Edisi 15-05-2016
Cinta Mati Tenis Lapangan


Tinggal di kompleks perumahan yang dilengkapi fasilitas tenis lapangan ternyata membuat Maya Putri Amalia, 23, kecanduan. Namun, bukan kecanduan dalam arti negatif, alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini tergila-gila dengan cabang olahraga tersebut sejak belasan tahun.

Maya mengenal olahraga tenis lapangan sejak duduk di bangku kelas II SD. Hampir seluruh anggota keluarga Maya suka olahraga tenis. “Pertama kali diajari bapak karena rumah dekat lapangan tenis. Akhirnya jadi rutin latihan tenis dan mengarah ke profesional, enggak sekedar hobi,” ungkapnya, Jumat (13/5). Tidak terhitung lagi berapa kejuaraan tenis lapangan yang pernah diikuti Maya. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat kabupaten tidak pernah terlewatkan. Berkali-kali dia menggondol juara I cabang olahraga tenis lapangan hingga duduk di bangku SMA.

Lulus SMA, Maya melanjutkan studi yang masih berkaitan dengan olahraga, yakni jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNY. Prestasi tingkat nasional pun diraih, semisal juara III beregu tingkat nasional tahun 2012 dan 2014. Gadis kelahiran 11 Juni 1993 ini mengaku, aktivitas di tenis lapangan masih berlangsung hingga saat ini. Berhasil menamatkan studi S-1, Maya melangkah pasti untuk menapaki karier sebagai wasit tenis profesional. Pelbagai pelatihan wasit diikuti, termasuk pelatih an dasar wasit tingkat nasional yang digelar PB Pelti kerja sama UNY.

“Rasanya kayak sudah jatuh cinta dengan olahraga ini. Karena sudah pernah jadi atlet di lapangan, sekarang inginnya jadi wasit. Tapi masih banyak belajar, ini baru ikut pelatihan-pelatihan. Lalu sering update ilmu perwasitan dan aturan-aturannya,” tutur dia. Di sisi lain, Maya mengaku masih belajar interaksi dan komunikasi sebagai wasit di lapangan. Menurutnya, pe - ngalaman belasan tahun menjadi atlet berbeda dengan wasit.

Wasit dituntut tegas dan bijak memimpin jalannya pertandingan. Pembawaan wasit juga harus tenang serta paham seluruh aturan permainan agar pertandingan berjalan fair dan tidak merugikan salah satu pihak.

Endah budi karyati

Berita Lainnya...