Edisi 15-05-2016
Target Jangka Panjang Serdadu Tridatu


BANDUNG - Tak jarang fans dan manajemen klub menginginkan bisa melihat tim kesayangannya menjelma menjadi tim besar dalam tempo cepat alias instan.

Alhasil, ketika keinginannya itu meleset, mereka dengan mudah mencerca tim favoritnya. Pelatih biasanya menjadi figur pertama yang jadi kambing hitam. Padahal, banyak pelatih tim sepak bola yang memiliki cara pandang berbeda soal membangun tim sepak bola dengan pengurus maupun suporter. Alih-alih memilih cara instan, sebagian dari juru taktik lebih memilih membangunan tim lewat proses yang berjenjang, hingga akhirnya bisa menciptakan satu tim yang benar-benar solid.

Juru taktik Bali United, Indra Sjafrie adalah salah satu sosok pelatih yang tidak mau terburuburu membentuk timnya secara instan. Mantan Pelatih Timnas U-19 ini lebih menikmati menjalani proses sebelum bisa membawa tim yang dibesutnya benar-benar siap jadi tim besar. Saat jumpa pers sebelum anak asuhnya menghadapi tuan rumah Persib Bandung, Indra mengungkapkan bahwa dia lebih fokus mencetak sebuah tim yang mumpuni. Untuk mewujudkan impian tersebut, maka dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Saya mau jawab umum dulu. Persiapan saya jangka panjang, lima tahun. Yang perlu saya pastikan proses klub ini berjalan sesuai rencana saya,” kata Indra. Namun demikian, rencana yang sudah disusun sedemikain rupa itu, tidak melulu berjalan mulus. Hal tersebut juga dialami oleh Indra ketika ingin mencetak tim yang dipersiapkan secara jangka panjang. Kisruh Kemenpora dengan PSSI diakui dia berdampak besar terhadap rencana yang sudah dia susun.

“Rencana tahun pertama dicederai dengan gonjangganjingnya PSSI yang akhirnya membuat tim saya kehilangan 34 pertandingan,” papar pelatih yang gemar mengenakan celana pendek saat mendampingi anak asuhnya bertanding itu. Beruntung, lanjut dia, di tengah ketidakjelasan yang sempat terjadi di dunia sepak bola Tanah Air, ada secercah harapan untuk bisa melanjutkan rencananya. Kendati sifatnya hanya turnamen, namun Indra menilai ISC menjadi angin segar untuk keberlangsungan sepak bola Indonesia.

“Bersyukur dan berdoa jalannya lancar sampai habis,” paparnya. Sementara itu, perlahan namun pasti, tangan dingin Indra dalam meracik sebuah tim, mulai memperlihatkan hasil. Kesuksesannya menahan imbang tim sekelas Persipura di kandang lawan, bisa menjadi salah satu indikasi bahwa racikan Indra mulai terasa. Namun demikian, melihat durasi ISC yang baru dimulai, memang masih sangat dini jika keberhasilan itu dijadikan sebagai tolok ukur dari perjalanan suatu tim.?

Inin nastain

Berita Lainnya...