Edisi 30-05-2016
ROOTS, Kegigihan Melawan Perbudakan


Lewat serial terbarunya, ROOTS, History Channel membeberkan kejamnya perdagangan budak yang terjadi pada 1750 di Afrika hingga Amerika.

Bukan hanya itu, serial produksi A+E Studios dan Wolper Organization ini juga menampilkan kegigihan dan prinsip seseorang untuk terlepas dari sistem perbudakan. Berawal dari perbudakan yang melibatkan Kunta Kinte (Malachi Kirby), anggota keluarga terpandang di Kota Juffre Tahun 1750. Rencana Kunta Kinte menjadi prajurit melawan perbudakan akhirnya sirna karena tertangkap dan dikirim ke Amerika bersama puluhan warga Afrika lain.

Meski menjadi budak, keinginannya melawan perbudakan dan bebas tidak berhenti. Bahkan, ketika dibeli John Waller (James Purefoy), pemilik perkebunan kaya di Annapolis, Maryland, Kunta tetap berusaha melepas belenggu perbudakan dengan bantuan Fiddler (Forest Whitaker) seorang musisi di perkebunan. Perbudakan yang dialami Kunta Kinte terus berlanjut hingga ke keturunannya.

Namun, kegigihan untuk terlepas dari perbudakan pun tidak lantas surut hingga mencium kebebasan. Serial ROOTS merupakan remake dari miniseri klasik televisi serupa yang ditayangkan pada 1977. Bahkan, serial yang diangkat dari novel karya Alex Haley ini menduduki rating tertinggi untuk episode terakhirnya sepanjang sejarah TV sejak 1977. Sejumlah aktor besar seperti Forest Whitaker, Anika Noni Rose, Jonathan Rhys Meyers, Laurence Fishburne, dan Anna Paquin terlibat dalam ROOTS .

“ROOTS akan mengajak penonton untuk menyaksikan saga keluarga epik dengan visi baru yang menginspirasi dan sangat menghibur,” ungkap President A+E dan History, Paul Buccieri. Seiring keluarnya serial ROOTS , kampanye #BuyOneSlavery digalakkan untuk menghilangkan perbudakan modern. Serial ROOTS akan tayang selama empat hari berturut-turut pada waktu yang sama mulai 31 Mei 2016 pukul 21.00 WIB di History Channel.

nurul adriyana