Edisi 30-05-2016
Ketahui Faktor Risikonya


Dr Sri Diniharini SpJP dari RS Jantung Diagram Cinere mengatakan, mereka yang berusia lebih dari 40 tahun sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan kesehatan jantung agar jika ada gangguan pada organ vital tersebut, dapat terdeteksi dan segera ditangani.

Terutama bagi usia 42 tahun ke atas, berisiko menderita penyakit jantung koroner sebesar 3-10%. Sementara individu yang masih di bawah usia 42 tahun hanya berisiko 3%. Di samping usia, faktor risiko seperti menderita diabetes, hipertensi, kolesterol, kegemukan bahkan obesitas, kebiasaan merokok, hingga stres, dapat semakin memperbesar risiko terkena penyakit jantung koroner. “Semakin tinggi faktor risiko, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan terkena penyakit ini,” kata Dini, mengingatkan.

Menurut Dini, kasus tertinggi adalah penderita penyakit jantung koroner dan hipertensi. Adapun untuk mencari penyebab seseorang dengan penyakit jantung koroner dapat dilihat dengan menghubungkan faktor risiko yang bisa dikendalikan, seperti yang sudah disebutkan. Merokok, konsumsi makanan tinggi garam, makanan mengandung kolesterol, kurang olahraga, dan lain-lain.

Sementara faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan, seperti riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin, di mana pria lebih berisiko menderita penyakit ini. Umumnya pria berusia 40 tahun ke atas sudah terkena penyakit jantung koroner. Sementara wanita baru pada usia 50 tahun ke atas. Wanita memang lebih rendah risikonya karena memiliki hormon estrogen.

“Namun, risiko pada wanita akan meningkat setelah memasuki masa menopause. Yang juga perlu diwaspadai, penderita jantung koroner pada wanita akan lebih berat penyakitnya jika dibandingkan dengan pria,” ujar Dini. Tren penderita penyakit jantung koroner pun jika diperhatikan saat ini mengalami perubahan. Penyakit ini bisa menyerang pada usia relatif muda.

Tren ini dirasakan dalam 10 tahun terakhir. Penyebabnya, gaya hidup tidak sehat dan tingginya tingkat stres pada masyarakat. Maka itu, jika merasakan nyeri dada yang berlangsung sekitar 20 menit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

(sri noviarni )