Edisi 31-05-2016
Vivo Siap Penetrasi Pasar Lokal


Stigma smartphoneTiongkok memiliki kualitas rendah pelan-pelan mulai pudar. Saat ini pasar Indonesia justru dibanjiri ponsel asal negeri Tirai Bambu dengan kualitas yang tidak kalah dengan keluaran Korea atau Amerika.

Selain Xiaomi, nama yang belakangan ramai disebut adalah Vivo. Tidak hanya mencatatkan posisi 5 besar vendor ponsel global, Vivo bahkan mampu menggeser Xiaomi. Menurut data International Data Corporation (IDC) pada kuartal pertama 2016, Vivo membukukan penjualan total 14,3 juta unit smartphone ke seluruh dunia.

Angka tersebut meningkat 123,8 persen dari catatan kuartal di tahun lalu. “Ini menambah kepercayaan diri kami untuk mengembangkan produk terbaru ke pasar (Indonesia),” tegas Duran Dong, Chief Executive Officer Vivo Indonesia. Di Indonesia, Vivo hadir lewat seri V3 dan V3Max.

Sejumlah fitur yang jadi andalannya antara lain finger print unlocking (diklaim hanya 0,2 detik), Smart Split untuk memudahkan multitasking (misalnya menonton video sambil membalas SMS), serta fast charging yang merupakan teknologi pengisi ulang daya baterai denga cepat (charge 5 menit untuk memutar musik 2 jam).

Secara spesifikasi di atas kertas, kedua ponsel ini cukup mumpuni. V3 Max, misalnya, memiliki RAM 4 GB, prosesor Snapdragon Octa-Core, bahkan Hi-Fi Chip AK4375 untuk memutar kualitas audio dan video lebih baik. Vivo V3 tersedia di awal Juni dengan banderol Rp3,5 juta. Sementara Vivo Max harganya Rp5 juta.

Pre-order dilakukan di Blibli.com dimulai pada 26 Mei hingga 10 Juni 2016. Untuk memopulerkan brand Vivo yang sama sekali tidak pernah terdengar di Indonesia, mereka mengenalkan product ambassadorAgnez Mo. Langkah ini dinilai efektif dan cepat untuk mengenalkan merek. ”Agnes sangat pas untuk merepresentasikan brand Vivo,” ungkap Duran.

binti mufarida