Edisi 03-06-2016
Memaknai Strategi Bisnis


Apa yang membedakan satu perusahaan begitu cepat berhasil, sementara yang lain sepertinya tersengal- sengal? Kemungkinan besar dalam strategi dan implementasinya.

Definisi strategi sendiri cukup dipahami baik dalam terminologi sederhana yakni sebuah peta jalan menuju tujuan, sampai dengan yang kompleks dan komprehensif. Strategi juga sangat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain, ada kesamaan dalam prinsip-prinsip umum, tetapi sangat berbeda tergantung di industri apa dan sumberdaya yang dimiliki perusahaan serta skala atau ukuran besaran perusahaan.

Seperti dikatakan oleh Robert J Jonas, President Strategy International, Inc, bahwa strategi disusun untuk menghubungkan saat ini, sekarang dengan saat yang akan datang, masa depan. Bagaimana kita pandaipandai menebak, mengirangira dan mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan itu menentukan strategi seperti apa yang perlu kita susun.

Dan jika perusahaan merupakan market leader justru strategi mereka yang akan mempengaruhi dan menentukan masa depan dalam industri di mana mereka berada. Sekalipun telah disusun strategi dengan begitu cermat namun dalam implementasi jika tidak dilakukan dengan benar dan cekatan, tidak akan mencapai gol dan sasaran yang ditetapkan.

Akan tetapi, setidaknya lebih mendekati ketimbang perusahaan tanpa strategi yang menjalankan bisnis dengan mengandalkan intuisi semata. Strategi merupakan komposisi dari perencanaan, metode dan serangkaian aktivitas dan tindakan untuk mencapai sasaran dan gol, oleh karena itu harus diimplementasikan, dikelola dan dimonitor, bukan sekedar wacana.

Betapa komprehensif dan mutakhir sekalipun jika hanya wacana tidak akan mengubah keadaan. Strategi juga harus mewujudkan misi dalam mencapai visi jangka panjang, tidak bisa terlepas berjalan sendiri, harus merupakan bagian dari program jangka panjang perusahaan.

Mengingat dari satu perusahaan ke perusahaan lain berbeda tergantung berada di industri mana, dan dengan persaingan di pasar yang berbeda serta sumber daya yang dimiliki berlainan pula, diperlukan strategi yang berbeda pula bagi tiaptiap situasi yang berbeda. Robert menyodorkan empat jenis strategi yang dapat kita pergunakan: Pertama, Designed Strategy.

Merupakan jenis strategi yang umum dipergunakan. Di mana gol dan sasaran telah ditetapkan terlebih dahulu, kemudian dituangkan hasil pemikiran dalam diskusi bagaimana mencapai gol dan sasaran tersebut, dengan menggunakan sumber daya yang ada. Masing-masing departemen mencatat dengan baik apa yang menjadi bagian dan tanggung jawabnya.

Pimpinan proyek atau pimpinan perusahaan menjadi dirigen dan koordinator bagi keseluruhan strategi, baik paralel maupun berurutan (sequential ). Kedua, Adaptive Strategy. Strategi yang mengadopsi dan mengakomodasi situasi intern maupun ekstern, kemudian bagaimana memanfaatkan situasi dan kondisi tersebut untuk menghasilkan secara optimal.

Bukanberartipasif namun memanfaatkan dan menangkappeluang. Sangatfleksibel dan dinamis. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis aplikasi software sangatmenerapkan adaptive strategy. Ketiga, Framed Strategy. Berbeda dengan design strategy dan adaptive strategy, framed strategy terdiri dari serangkaian tindakan dan aktivitas dalam garis besar, tidak terperinci.

Berbagai inisiatif dan alternatif yang variatif, dan diberikan keleluasaan pada para pelaksana bagaimana menyesuaikannya di lapangan. Pembatasan ruang gerak ditetapkan agar tidak terlalu menyimpang. Tidak perlu kepemimpinan yang kuat untuk menjalankan strategi ini sepanjang tingkat kematangan dan kemampuan dari pelaksana berimbang.

Oleh karena itu framed strategy lebih cocok untuk jenis perusahaan konsultan dan berlokasi di tempat yang berjarak jauh. Keempat, Executed Strategy, strategi yang diterapkan untuk misi jangka pendek, proyek per proyek, merupakan paket atau turnkey. Namun dapat diintegrasikan (plug-in ) ke dalam program besar jika diperlukan. Berbarengan dengan pilihan strategi yang akan diterapkan, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

a .mengidentifikasi apa yang sedang berlangsung di organisasi, dan bagaimana organisasi akan menjalankan dan mengelola strategi yang sedang disusun.

b . menjelaskan strategi kepada kelompok atau individu yang akan mengerjakan sesuai dengan bagian terkait dan tahapannya agar dipahami dengan baik oleh pelaksana. Mengapa harus melakukan itu dan hasil apa yang diharapkan dengan pengukuran yang jelas. Pelaksana yang bersangkutan harus mengerti cukup jelas, apa yang menjadi tanggung jawab langsung dirinya atau kelompoknya dan bagaimana keterkaitannya denganlaindepartemen.

c. Bagaimana strategi dijalankan, dampaknya dan hasilnya, jangan sampai salah implementasi ataupun hasil yang jauh berbeda dari yang direncanakan, sekalipun dalam pelaksanaan telah dilakukan dengan benar.

d . Angka-angka dan kalimat saja tidak cukup dalam menjelaskan, harusdibantudenganilustrasi dengan grafik dan gambar atau foto yang memberikan kejelasan tanpa keraguan bagi para pelaksana,

e. ambil pembelajaran koneksitas antara strategi, pelaksanaan dan hasil (output, outcome ), dan jika perlu dijadikan sebagai pegangan dalam pelaksanaan (SOP, standard operating procedure ) yang akan mempermudah lebih banyak pelaksana lain dan menjadi sistem dan prosedur baku bagi perusahaan.

DR. ELIEZER H. HARDJO PH.D., CM
Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) &
The Institute of Certified Professional Managers (ICPM), AS