Edisi 12-06-2016
Oseng Kepala Manyung Khas Semarang


Menjejakkan kaki ke Kota Semarang seolah belum lengkap tanpa menikmati olahan kepala ikan manyung. Rasa pedas dan gurih dari kuah santan yang kaya akan rempah berpadu dengan kelembutan daging ikan seperti jadi menu wajib bagi pencinta kuliner.

Masakan kepala manyung tak dapat dimungkiri jadi magnet di kota ini. Paling umum dan banyak ditawarkan adalah ikan manyung yang diracik dengan kuah santan kental. Tapi tak semua menyajikan demikian. Contohnya Warung Kepala Manyung Mas Edy di Jalan Setiabudi. Menu kepala manyung yang disajikan tidak tenggelam dalam kuah berlimpah, tetapi justru dioseng (ditumis).

Tetap berkuah, tetapi tak banyak dan lebih encer. Pemilik warung Edy Purwanto mengaku sengaja menyajikan menu kepala manyung berbeda dari yang lain karena ingin memberikan sensasi berbeda bagi penikmat kuliner kepala manyung. “Kebetulan saya dan istri suka masak dan sering melakukan eksperimen, ternyata enak, “ katanya.

Menu oseng kepala manyung Mas Edy dapat dibilang istimewa. Kepala manyung dipilih yang terbaik. Untuk mendapatkan kepala manyung berkualitas, dia sengaja mendatangkan dari sentra pengasapan ikan di Semarang, Demak, dan Kendal. Memasak menu oseng kepala manyung, menurut pria yang akrab dengan sapaan Edy Snex ini, ternyata sangat gampang.

Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur, laos, jahe, serai, daun jeruk, mrica kemiri, termasuk gula dan garam, ditumbuk sampai halus, lalu ditumis sampai muncul bau harum. Khusus untuk cabai dan tomat dimasukkan secara utuh. “Serai dan jahe kita gunakan untuk mengurangi rasa amis pada kepala manyung,” ucapnya.

Setelah itu, santan encer dengan takaran tertentu dimasukkan sampai mendidih. Setelah racikan kuah oseng mendidih, kepalamanyungyangsebelumnya sudah dikukus sekitar 10-15 menit dimasukkan. Tunggu sekitar10-15, oseng manyungyangmemilikicitarasa khas siap untuk disajikan. “Kita sengaja menggunakan rempah-rempah yang cukup banyak karena memang supaya memiliki citarasa yang berbeda dari bisanya,” tuturnya.

Oseng kepala manyung di warung Mas Edy ada beberapa ukuran, mulai dari jumbo, besar, sedang hingga kecil. Harganya pun berbeda mulai dari Rp15.000 hingga 60.000 per porsi. Selain menyediakan menu khas oseng-oseng kepala manyung, warung ini juga menyediakan menu khas lain, yakni sop ikan daun kedondong. Sop ikan yang ditawarkan di antarnya ikan bandeng, patin, salmon, kakap dan ikan nila.

Tak kalah dengan oseng-oseng kepala manyung, sop ikan daun kedondong juga kaya akan rempah-rempah. Bagi pencintakuliner yang ingin mencicipi oseng kepala manyung, Warung Kepala Manyung Mas Edy tidak hanya berada di Jalan Setiabudi, Banyumanik, melainkan juga di kawasan Kampus Undip (Tembalang), Gunungpati dan Jalan Raya Siwarak, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Edy membuka cabang lain karena peminat oseng kepala manyung sangat tinggi. Meski warung Mas Edy baru mulai buka akhir Desember tahun lalu, peminatnya datang dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. “Awalnya kita buka di Tembalang dekatKampusUndip, 30Desembertahun lalu, ternyata respons dari mahasiswa sangat baik, kemudian membuka lagi di Gunungpati, kemudian di Ungaran, dan terbaru yang di Jalan Setiabudi ini,” ujar mantan pentolan kelompok suporter PSIS Semarang ini.

Penggemar kuliner kepala manyung Ahmad mengaku masakan kepala manyung Warung Mas Edy berbeda. Paling mencolok adalah kuahnya yang lebih encer. “Tapi yang lebih terasa lagi adalah kalau makan kepala manyung dengan santan yang kental biasanya akan terus menimbulkan rasa haus, tapi dengan kuah yang encer tidak,” katanya.

Ahmad mengaku, rasa rempahnya juga sangat terasa serta rasa pedas dan gurihnya kuahosengsesuaidenganyang diinginkan. “Malahan menurut saya ini masakan kepala manyung herbal karena rempahnya benar-benar bisa dirasakan,” ungkapnya.

andik sismanto