Edisi 12-06-2016
Spirit Ramadan dalam Lakon Annie


Drama musikal asal Amerika Serikat bertajuk Annie akan dipentaskan di Indonesia mulai 2-14 Agustus mendatang, di Ciputra Artpreuneur, Jakarta. Kisah mengenai gadis cilik bernama Annie merupakan kisah mengenai perjuangan dan optimisme si bocah.

Kisah Annie telah lama dikenal sejak debutnya yang pertama pada 1977. Annie merupakan salah satu produksi musikal yang telah diadaptasi ke dalam berbagai versi panggung seluruh dunia, termasuk West End dan Australia. Stage Manager Annie, Suzayn MacKenzie Roy, menyampaikan bahwa lakon ini merupakan salah satu produksi musikal legendaris yang sangat cocok ditonton oleh keluarga.

Kisah Annie merupakan kisah mengenai kecerdikan dan optimisme yang coba ditularkan kepada penonton. ”Annie merupakan sebuah drama musikal yang legendaris dan patut ditonton oleh setiap keluarga,” katanya saat jumpa pers, Kamis (9/6), di Jakarta. Kisah mengenai Annie yang coba ditampilkan di Indonesia akan mengangkat kisah orisinalnya dengan latar belakang 1930-an lengkap dengan desain kostum dan panggung yang merepresentasikan tahun tersebut.

Selain memiliki daya pikat latar cerita dan pesan moral yang akan disampaikan kepada penonton, drama musikal Annie juga memiliki daya pikat musik dan lagu yang telah menjadi ikon Annie. Pertunjukkan Annie akan melibatkan kru sebanyak 65 orang yang kesemuanya terbagi dalam tugasnya masingmasing termasuk orkestra, lighting , backstage , dan para pemain.

Selain itu, akan hadir dua anjing yang nantinya akan berinteraksi bersama Annie di atas panggung. Dua anjing tersebut merupakan anjing cerdas yang telah dilatih untuk berperan dengan nama lain. Ia yakin, pertunjukkan Annie di Indonesia akan berjalan dengan sukses, karena didukung dengan tim yang solid dan teater berkelas internasional.

Sebelumnya, ia memasuki teater Ciputra Artpreneur dan menarik kesimpulan bahwa teater tersebut mengagumkan dan sangat berkelas. ”Kami bersyukur didukung dengan tim yang solid dan akan bermain di teater yang berkelas dan mengagumkan,” katanya. Pemeran Annie, Heidi Gray,12, menyatakan antusiasmenya datang dan memerankan Annie di Indonesia.

Perjalanan jauh yang ditempuh dari Amerika Serikat ke Indonesia menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya. Heidi mengatakan, datang ke Indonesia menjadi sebuah hal yang akan menambah pengalamannya. Seperti pengalaman berinteraksi dengan budaya yang berbeda. ”Datang ke Indonesia merupakan suatu hal yang menakjubkan.

Aku melihat banyak perbedaan yang menarik, mulai dari apa yang ada di piringku,” katanya. Memerankan tokoh Annie merupakan hal pertama yang dilakukan Heidi yang bergabung selama 6 bulan dalam produksi Annie. Sebelumnya Heidi yang aktif dan mencintai dunia seni peran pernah memerankan tokoh Putri Fiona kecil dalam drama musikal Shrek .

Memerankan tokoh Annie merupakan suatu tantangan yang sangat menarik. Dengan banyaknya versi Annie yang ada di dunia sejak 1977, memerankan tokoh Annie bukanlah perkara mudah. Ciri khas dan penguatan karakter Annie dalam dirinya serta tokoh Annie yang pernah ada sebelumnya merupakan kontradiksi yang tidak boleh digabungkan.

Memerankan Annie baginya adalah memerankan bagaimana Annie dalam kacamata seorang Heidi. Ia optimistis bisa membangun citra Annie dalam dirinya tanpa harus meniru ataupun berciri karakter Annie yang diperankan pada aktrisaktris pendahulunya. ”Memerankan Annie adalah tantangan, tapi aku harus menjadi seorang Annie dalam versiku sendiri,” katanya.

Bagi Heidi sosok Annie adalah seseorang yang memiliki optimisme dan penuh semangat. ”Annie adalah bocah 11 tahun yatim-piatu dengan segala optimismenya dan kecerdikannya,” katanya. General Manager Ciputra Artpreuneur Yati Yusoff menilai, kisah Annie tak hanya menarik dari segi hiburan belaka.

Lebih dari itu, penonton dapat menyerap bagaimana pesan moral yang coba ditawarkan dari drama musikal Annie seperti sikap optimisme dan perjuangan yang tak mudah dikalahkan oleh sikap putus asa. Ia menilai, hal tersebut sangat relevan dengan spirit bulan suci Ramadan

imas damayanti