Edisi 12-06-2016
Angkat Benda dengan Gelombang Suara


Force merupakan kekuatan supernatural yang digunakan Anakin Skywalker dan Jedi lainnya untuk mengangkat serta menggerakkan benda-benda dalam film fiksi Star Wars.

Sekarang para peneliti akan membawa kemampuan yang sama ke dunia nyata dengan tiga perangkat yang menggunakan pengangkatan akustik. Sarung tangan, sekrup, dan sepasang penjepit, semuanya mengangkat benda-benda kecil di udara dengan saling memantulkan gelombang suara untuk menciptakan satu gelombang vertikal yang menjaga bendabenda tetap di posisinya.

Pengangkatan akustik merupakan metode yang menahan benda, dalam hal ini partikel, di udara menggunakan tekanan radiasi akustik dari gelombang suara yang intensif. Cara ini dapat menggerakkan benda-benda tanpa secara fisik menyentuhnya. Para peneliti dari Universitas Bristol menggunakan beberapa jaringan (grid), atau transduser akustik, yang menciptakan jebakan akustik untuk mengembangkan teknologi futuristik tersebut.

”Pengangkatan akustik merupakan teknologi yang dapat diterapkan karena ini dapat menahan partikel-partikel di udara atau air,” tutur para peneliti, dikutip Daily Mail . ”Meski demikian, tidak ada cara yang pernah dicoba untuk membuat manusia dapat mengontrolnya,” papar para peneliti dari Universitas Bristol.

Peralatan utama disebut GauntLev atau Gauntlet of Levitation, didesain seperti sarung tangan yang menggerakkan benda-benda di atas telapak tangan penggunanya atau di antara jari-jari dengan posisi menjepit. Para peneliti menemukan beberapa manuver dasar yang dapat ditampilkan saat pengangkat akustik dikaitkan dengan gerakan tangan. Dua konfigurasi lain yang menggunakan teknologi ini adalah Sonic Screwdriver dan Ultra Tongs.

Sonic Screwdriver menawarkan permukaan lebih besar untuk benda-benda lebih besar agar dapat melayang atau bahkan beberapa benda sekaligus dapat mengambang. Ultra Tongs merupakan perangkat yang dirakit seperti beberapa tong disatukan. Kedua perangkat itu menyarankan untuk mengurangi kontak manusia.

GauntLev dapat digunakan secara manual tapi tim juga mendesain sarung tangan itu dapat bekerja dengan bantuan komputer untuk menciptakan kondisi yang lebih stabil, akurat, dan cepat. ”Gauntlet of Levitation dan Sonic Screwdriver mampu melakukan manuver- manuver untuk menangkap, menggerakkan, memindahkan dan menggabungkan partikel-partikel,” ujar para peneliti.

”Manuver dapat dilakukan secara manual atau dibantu komputer untuk mengulangi lagi pola, menstabilkan dan meningkatkan akurasi atau kecepatan,” papar para peneliti. Para peneliti mengembangkan teknologi ini untuk orang-orang yang harus menangani material berbahaya dan menggerakkan benda-benda dalam kondisi gravitasi nol tanpa menyentuh atau bergesekan.

Ketiga purwarupa itu telah terbukti sukses tapi seperti sebagian besar teknologi baru, mereka memiliki keterbatasan masing-masing. Hingga sekarang, peralatan itu hanya mampu menggerakkan benda-benda sangat kecil. Kendati demikian, tim peneliti menyatakan masing-masing penemuan itu menjadi tonggak sejarah dalam teknologi masa depan yang di luar bayangan manusia sekarang.

Tim peneliti lain dari Universitas Bristol menciptakan konsep serupa tapi teknologi ini membuat minuman cocktail melayang di udara. Para peneliti Inggris menciptakan apa yang mereka sebut sebagai mesin pengangkat cocktail pertama di dunia. Mereka menggunakan gelombang suara untuk menghentikan tetesan minuman itu melayang sehingga para peminum dapat menjilatnya di udara.

Peralatan itu menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk menciptakan medan pengangkat yang mampu menjebak tetesan minuman dan menahannya tetap melayang di udara. ”Ini mesin yang sangat kuat. Sejauh ini kami telah mengangkat gin dan tonik dengan keberhasilan 70% dan mengangkat cocktail Bloody Mary menggunakan Vodka dengan 160% keberhasilan yang akan membuat kaos kaki Anda lepas,” ujar Charlie Harry Francis dari Universitas Bristol.

Mesin yang disebut Le Whaf itu terlihat seperti ikan mas berisi asap, memungkinkan seseorang menghirup cocktail dan makanan seperti tar lemon. Mesin itu dikembangkan oleh seorang profesor dan peneliti aerosol Universitas Harvard. Cairan seperti Whisky dituangkan di dasar mesin, yang kemudian dinyalakan, menciptakan awan tetesan kecil yang tertahan di kubah kaca.

Seperti mesin pengangkat cocktail , peralatan ini menggunakan gelombang suara ultrasonik yang dihasilkan dengan menggetarkan kristal-kristal piezoelectric . Gelombang-gelombang tinggi dan rendah mengalir melalui cairan yang menciptakan gelembung dan membentuk tetesan kecil yang mirip awan. Penerapan teknologi ini juga dirintis beberapa startup untuk menghasilkan produk baru.

Salah satunya startup yang menjual Sonic Levitation Machine yang mampu menghasilkan gelombang ultrasonik 28.000 siklus per detik dengan panjang gelombang 12,14286 milimeter. Perangkat itu menggunakan tenaga 70 watt untuk menghasilkan gelombang suara intensif yang cukup kuat untuk mengangkat benda-benda kecil.

Ke depannya, SLM ingin menciptakan peralatan seperti hoverboard . ”Untuk membuatnya, kami harus memiliki ratusan transducer ultrasonik yang menghasilkan panjang gelombang sangat khusus dan memantulkan gelombang pada jarak yang presisi,” ungkap pernyataan SLM.

Syarifudin