Edisi 12-06-2016
Lokalitas pada Konsep Kritik Sastra


Kritik sastra merupakan bentuk pertimbangan antara baik atau buruknya sebuah karya sastra. Kritik sastra suatu cabang ilmu yang menghakimi suatu karya sastra. Karya sastra merupakan gabungan dari beberapa kata yang biasanya dianggap sebagai teks semu yang diciptakan oleh sastrawan.

Karya sastra tidak pernah lepas dari kritik. Sastra merupakan cabang ilmu humaniora yang dewasa ini berkembang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dengan banyak karya sastra yang bermunculan. Seiring berkembangnya karya sastra dengan berbagai bentuk yang sesuai dengan zaman, tapi perkembangan kritik sastra seakan tetap pada porosnya. Perkembangan penulisan karya sastra dapat dilihat dari bentuk transformasinya.

Buku kumpulan cerpen, novel, puisi, prosa, dan sebagainya adalah bentuk dari karya sastra. Perkembangan penulisan dari setiap karya sastra dari masa ke masa memiliki tema-tema yang cukup menyentak ruang publik. Kritik sastra biasanya dihasilkan oleh para kritikus yang menguasai tentang beberapa pendekatan, atau kajian tentang penilaian antara layak atau tidaknya sebuah karya sastra dimuat di suatu media.

Buku Senjakala Kritik Sastra (Kasus Sumatera Utara) merupakan kumpulan esai, karya Yulhasni. Buku yang diterbitkan oleh Koekoesan tersebut merupakan gambaran atau cerminan tentang peran dan keberadaan kritik sastra, khususnya di Sumatera Utara. Senjakala Kritik Sastra merupakan buku kedua, setelah buku pertama yang berjudul Bunga Layu di Bandar Baru . Buku yang merangkum esai-esai tentang kritik sastra yang ada di Sumatera Utara ini berhasil mengajak para pembaca untuk memajukan sastra yang lebih berkualitas, bukan sekadar karya. Buku Senjakala Kritik Sastra menyuguhkan bacaan yang bertema tentang kritik sastra, kasus Sumatera Utara.

Artinya, dalam buku ini pengarang lebih menceritakan tentang keluh kesah sastrawan yang mulai mencemaskan tentang keberadaan kritik dan sastra itu sendiri. Buku Senjakala Kritik Sastra benar-benar menjawab kegelisahan beberapa pencinta sastra yang cemas akan peran kritik sastra. Buku ini membahas tentang aturan, unsur-unsur, dan teori dalam karya fiksi.

Walau ada beberapa buku kajian fiksi lain, buku ini juga mampu membantu pembaca dalam menjawab beberapa persoalan terkait sastra dan sastrawan, serta kritikus sastra dengan bahasa penyajian yang lugas dan mudah dimengerti. Buku Senjakala Kritik Sastra karya Yulhasni juga menyuguhkan beberapa persoalan seperti makna kata dalam sebuah karya sastra, kualitas estetika buku sastra di Sumatera Utara, kearifan lokal, Taman Budaya Sumatera Utara, melawan hamba-hamba struktural, dan banyak persoalan lain terkait kasus Sumatera Utara.

Senjakala Kritik Sastra banyak mengenalkan kepada pembaca bahwa teori kritik sastra sangat dibutuhkan. Tapi, pada kenyataannya, perkembangan kritik sastra mengalami situasi yang gawat karena ketidakmunculan wacana yang benar tentang bagaimana sebenarnya kritik sastra itu diterapkandalamranahsastraIndonesia.

Buku Senjakala Kritik Sastra karya Yulhasni menjelaskan bahwa perdebatan mengenai kritik sastra tidak lagi berkutat seputar validitas metodologi kemutlakan kaidah sebuah kajian, atau jenis pendekatan kritik yang dilakukan, melainkan telah bergeser ke persoalan penciptaan kritik sastra yang bermartabat sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan sastra mau-pun kritik sastra.

Banyak sekali manfaat dari buku Senjakala Kritik Sastra bagi pembaca, apalagi seorang penulis pemula karena ada beberapa judul yang menjelaskan tentang seorang penulis atau pengarang tidak boleh mengintervensi kritikus. Di balik banyak kelebihan dan manfaat yang didapat dari buku tersebut, ada beberapa kekurangan seperti kesalahan dalam penulisan dan kesalahan penggunaan kata penghubung sebagai awalan dalam sebuah kalimat.

Selain itu, kekurangan yang membuat buku ini juga menjadi buku yang biasa bagi kalangan pembaca yang tidak berkecimpung di bidang sastra dan kritik sastra karena hanya beberapa tema yang berbau tentang sastra, selebihnya mengarah pada teori dalam kritik sastra.

Rika Rahmadani Koto
Alumnus Sastra Indonesia FKIP UMSU dan
Anggota Kelompok Studi Sastra UMSU