Edisi 12-06-2016
Ujian Pertahanan Der Panzer


LILLE – Sektor pertahanan Jerman akan mendapatkan ujian serius dari lini serang Ukraina. Joachim Loew dipaksa memutar otak karena kehilangan banyak pemain bagus di area penalti Der Panzer.

Tampil di Stade Piere-Mauroy Lille pada laga pertama Grup C yang disiarkan langsung RCTI dan Soccer Channel (Indovision Ch 101) malam nanti, Jerman mendapat bencana di depan kiper. Beberapa hari sebelum Piala Eropa 2016, bek-bek mereka bertumbangan. Diawali dengan belum bugarnya Mats Hummels, petaka Der Panzer dilanjutkan dengan cedera Antonio Ruediger saat sesi latih perdana di Prancis.

Otomatis rencana Loew menjadikan bek AS Roma itu sebagai pelapis Hummels batal. Pelatih kelahiran Schoenau, 56 tahun silam, tersebut akhirnya memanggil Jonathan Tah untuk mengisi tempat Ruediger. Masalahnya, bek Bayer Leverkusen itu masih berusia 20 tahun dan baru memiliki 1 caps bersama timnas. Dengan situasi tersebut, pilihan Loew untuk menambal sektor belakang ada pada Shkodran Mustafi.

Selainitu, dia juga bisa memaksakan Jerome Boateng berduet dengan Benedikt Hoewedes di jantung pertahanan. Sialnya, kedua pemainternyatajugadalamkondisi tidak 100% fit. Mereka sempat lama absen bertanding karena masalahcedera. Meski mengalami banyak kendala di belakang, tim kepelatihan Der Panzer ternyata tetap optimistis atas peluang memenangi pertarungan perdana Grup C.

Asisten pelatih tim pengoleksi tiga Piala Eropa itu, Thomas Schneider, mengatakan sangat yakin sektor belakang Jerman akan tetap solid. “Dalam beberapa pertandingan terakhir kami pikir banyak hal yang sudah kami lakukan untuk membuat lini belakang tetap kuat. Kami memang datang (ke turnamen) dengan beberapa hal negatif (masalah di barisan belakang). Namun saya rasa itu hanya persoalankecil,” ungkapScheider sepertidilansir Reuters.

“Untuk pertandingan pertama nanti (kontra Ukraina), kami sudah bekerja keras dalam sesi pelatihan. Semua pemain sudah mengerti betul apa yang harus mereka kerjakan di lapangan. Tidak ada keraguan lagi,” sambung pelatih yang sempat menukangi VfB Stuttgart satu musim tersebut. Namun Der Panzer tetap wajib mewaspadai beberapa penggawa Ukraina. Tim dari negeri pecahan Uni Soviet itu memilikibeberapapemainyang sangat cepat.

Dua nama yang bisa menjadi hantu Jerman adalah Andriy Yarmolenko (Dynamo Kiev) dan Yevhen Konoplyanka (Sevilla). Keduanya berposisi sebagai winger. “Jerman tim yang diunggulkan. Mereka juara Piala Dunia 2014. Tidak sebanding dengan Ukraina. Meski saya mendengar mereka kehilangan beberapa pemain kunci, Jerman tetaplahlawanyangberbahaya,” ujar Mykhaylo Fomenko, nakhoda Ukraina, seperti dikutip Soccerway.

Fomenko tetap layak cemas karena Jerman memiliki catatan bagus pada setiap pertandingan pembuka Piala Eropa. Der Panzer ternyata tidak pernah kalah. Contohnya di Polandia- Ukraina empat tahun lalu saat mengalahkan Portugal 1-0 di laga pertama. Begitu pula pada 2008 saat mempermalukan Polandia 2-0. “Setiap pertandingan pertama sangat penting.

Hasilnya akan menentukan langkah kami (Jerman) pada kejuaraan ini (Piala Eropa). Artinya konsentrasi tinggi wajib dimiliki semua pemain yang akan tampil pada laga nanti. Sebab apa pun masih mungkin terjadi di lapangan,” papar gelandang serang Der Panzer asal VfL Wolfsburg, Julian Draxler.

Albania Kalah

Sementara itu, pada pertandingan Grup A di Stade Bollaert-Delelis Lens tadi malam, Albania dipaksa mengakui ketangguhan Swiss. Tim debutan dari Balkan itu menyerah 0-1. Sebagai tim yang baru pertama ambil bagian di turnamen antarnegara sekelas Piala Eropa, para penggawa Albania terlihat demam panggung.

Buktinya, jalaEtritBerisha sudah dijebol Fabian Schaer ketika wasit asal Spanyol Carlos Velasco Carballo baru lima menit meniup peluit panjang tanda dimulainya pertempuran. Tidak hanya itu. Albania terpaksa harus kehilangan sang kapten, Lorik Cana, ketika pertandingan berlangsung 37 menit. Bek yang merumput di Prancis bersama FC Nantes itu harus diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam rentang waktu 14 menit.

Kartu kuning pertama akibat tekel terhadap Blerim Dzemaili. Yang kedua, garagara menyentuh bola dengan tangan ketika terpeleset. Tentu saja hasil ini menunjukkan Swiss memang lebih berpengalaman dibanding Albaniasaat tampildieventbesar. Dengan kemenangan ini Swiss mengoleksi tiga poin. Meski meraup angka sama dengan tuan rumah Prancis namun Swiss berada diperingkatkedua diGrup A karena kalah produktivitas gol.

Sedangkan Albania dan Rumania berturut-turut berada di peringkattigasertaempat. Setelah laga di Lens, para pemain kedua kubu harus kembali fokus ke lapangan. Pasalnya, jadwal padat telah menanti. Sesuai rencana, Swiss akan menghadapi Rumania di Parc des Princes Paris pada Rabu (15/6) dan Albania melawan Prancis di Stade Velodrome Marseille.

Di atas kertas dan di lapangan, Rumania atau Prancis merupakan lawan yang harus dihormati. Swiss harus fokus ke Rumania karena pada pertandingan pembuka dikalahkan Prancis. Artinya, tim dari Eropa Timur itu wajib mengalahkan Swiss jika masih memiliki target tampil di fase knock-out.

Skor imbang atau kekalahan akan membuat skuad asuhan Anghel Iordanescu tersebut bersiap mengucapkan selamat tinggal Piala Eropa. Hal yang sama juga terjadi pada Albania yang akan menghadapi tuan rumah. Bisa dipastikan itu akan menjadi pertandingan yang sangat berat.

decky irawan jasri/ andri ananto