Edisi 15-06-2016
Momen Kenalkan Makanan Sehat kepada Anak


Berpuasa jika ditelusuri lebih jauh, bukan hanya mengajarkan anak untuk memupuk keimanan sejak dini. Lebih dari itu, momen ini juga bisa orang tua gunakan untuk mengenalkan anak kepada kebiasaan makan yang lebih sehat.

Misalnya saja dengan memasukkan buah dan sayuran sebagai asupan nutrisi penting saat sahur dan berbuka. Mengingat serat yang terkandung di dalam buah dan sayur terbukti dapat bertahan lebih lama di usus sehingga membuat perut pun terasa lebih lama kenyang. Asupan buah yang cukup juga bisa membuat tubuh berisiko lebih kecil untuk menderita dehidrasi.

Dr dr Aman B Pulungan Sp(A)K mengatakan, pada saat berbuka, berilah anak minum dengan jus yang manis, sediakanlah jus semangka campur jus jeruk untuk meningkatkan energi kembali. “Tak disarankan untuk memberikan teh manis dan ditambahkan gula karena dapat merusak pankreas anak,” katanya.

Usai membatalkan puasa, ajak anak untuk menunaikan salat magrib lebih dulu sebelum menikmati hidangan utama. Agar jadwal makan yang sehari tiga kali tidak berkurang, orang tua dapat memberikan makanan selingan setelah anak pulang dari salat tarawih sehingga kebutuhan nutrisinya tercukupi dan kondisi tubuh anak pulih kembali.

Memang, untuk membuat anak menyukai buah dan sayuran tidaklah mudah jika tidak dibiasakan sejak dini. Psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, dibutuhkan kiat tersendiri agar anak bisa menyukai buah dan sayuran. Anak sering pilih-pilih makanan dan lebih tertarik pada makanan yang menurutnya menarik. Padahal, makanan tersebut justru makanan yang tidak sehat.

Usia anak yang masih kecil juga membuat mereka sulit untuk memahami manfaat kesehatan dari buahbuahan sehingga perlu cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengajak serta mengenalkan manfaat buah. Maka itu, orang tua harus mencontohkannya terlebih dahulu kepada anak dan memperlihatkan bahwa orang tua juga gemar makan buah.

“Orang tua bisa mengajak anak untuk terlibat saat menyiapkan buah dan membuatnya sekreatif mungkin,” kata Vera dari Lembaga Psikologi Terapan UI ini. Tampilan yang semakin menarik akan membuat anak mau mencoba mencicip buah tersebut. Pilih buah yang mudah dimakan oleh anak sehingga anak tidak merasa repot dan sulit saat memakan buah.

Anda juga bisa menceritakan manfaat dari buah yang sangat baik untuk kesehatan si buah hati. Sebaiknya gunakanlah katakata yang sederhana dan lebih baik lagi jika dapat dikemas dalam bentuk cerita dongeng misalnya. Jika anak berhasil menghabiskan makanannya, jangan lupa untuk berikan reward atau penghargaan kepada anak agar anak merasa semakin bangga telah berhasil memakan buah dan sayur.

sri noviarni