Edisi 30-06-2016
Dilengkapi Rest Area agar Penumpang Tak Telantar


Kesan kumuh yang melekat di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang kini telah luntur. Terminal penumpang kapal laut terbesar di Jawa Tengah itu sekarang sudah berubah menjadi berkelas.

Menempati lahan seluas 4.000 meter persegi, kondisi terminal kini tertata dan lebih bersih, nyaman, dingin dengan dilengkapi berbagai fasilitas, yang tak kalah dengan ruang tunggu bandara. Perubahan terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mengubah terminal yang dulu dianggap tidak layak itu, butuh waktu hingga satu tahun yakni sejak November 2014 hingga April 2016 yang digarap secara serius oleh arsitek kenamaan Kota Semarang Kenzo Wienan.

Dana yang dibutuhkan untuk mengubah terminal penumpang juga cukup banyak. Tak tanggung-tanggung, Pelindo III sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Emas mengucurkan dana hingga Rp22 miliar. Dana sebanyak itu hanya untuk memperbaharui interior. Adapun gedungnya masih menggunakan gedung lama. Dengan kucuran dana besar, tentu merupakan investasi yang tidak sedikit. Meski Pelindo III adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetap saja membutuhkan keuntungan atau paling tidak balik modal.

Namun, ternyata hal itu bukan menjadi tujuan utama dari Pelindo III sebagai pengelola. Meski keuntungan harus didapatkan, yang menjadi tujuan utama adalah bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi laut. “Kegiatan pelabuhan itu dinamis, selalu bergerak. Penumpang juga semakin banyak, apalagi sekarang Pelni membuka rute Karimun Jawa,” kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang Tri Suhardi kemarin.

Dia mengaku perubahan yang ada di dalam terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas memang berbeda dari sebelumnya, yakni mulai dari interior, furnitur , mechanical electronic yang seluruhnya baru. Semuanya itu tujuannya untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi seluruh penumpang. Menurut Tri Suhardi, Pelindo III akan terus meningkatkan kualitas terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggandeng Baruna untuk membangun kafe di luar terminal. Di kafe tersebut nantinya juga akan dibangun rest area yang nyaman dengan tempat tidur yang layak.

“Kami berusaha agar tidak ada lagi penumpang yang terlantar, tidur di lantai, dan lainnya,” paparnya. Perubahan drastis yang terjadi di terminal penumpang telah dirasakan oleh para penumpang. Mereka merasa nyaman karena ruangannya tidak lagi pengap dan panas. Kebersihannya pun selalu dijaga oleh para petugas kebersihan. Umar, 50, salah satu penumpang, mengaku kaget saat melihat perubahan terminal penumpang. “Tahun lalu belum begini, sekarang sudah berubah total. Lebih bersih, dan juga nyaman. Dulu untuk menunggu kapal, kita pasti kepanasan, sekarang sudah tidak lagi. Menunggu kapal berjamjam pun tidak merasa bosan,” ungkapnya.

Menurut pakar transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, perubahan terhadap simpul-simpul transportasi memang harus dilakukan. Seperti yang dilakukan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas yang sekarang lebih nyaman. “Di terminal penumpang harus memiliki standar minimal, dan untuk terminal Tanjung Emas sudah sesuai standar,” ucapnya kemarin. Dia mengaku perubahan yang dilakukan oleh Pelindo III terhadap terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sangatlah cepat, dan itu menjadi contoh yang baik bagi terminal-terminal lain, termasuk untuk terminal bus di Kota Semarang, yang selama ini masih jauh dari kesan layak.

“Seperti terminal penumpang di pelabuhan ini tidak perlu menggunakan bangunan baru, cukup menggunakan bangunan lama tapi pelayanannya semakin baik. Kalau berbenah seperti ini sehingga penumpangnya menjadi betah,” ucap Djoko Setijowarno. Dengan kondisi terminal yang sudah bagus seperti saat ini, yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah aksesnya. Yang mana sejauh ini transportasi untuk menuju pelabuhan masih sangat minimi. “Sekarang tugas Dinas Perhubungan untuk menyediakan transportasinya, untuk masuk ke pelabuhan sehingga terjadi integrasi. Taksi juga harus masuk, tapi bukan taksi yang ilegal atau pelat hitam,” katanya.

Saat ini perlu adanya edukasi kepada masyarakat, di mana karakter penumpang kapal laut berbeda dengan penumpang darat. Penumpang harus terus diinformasikan untuk semakin tertib. “Dulu penumpang kereta api juga tidak tertib, tapi dengan edukasi terus-menerus, buktinya bisa tertib dan nyaman. Di pelabuhan juga harus bisa,” tandasnya.

Andika Prabowo
Kota Semarang

Berita Lainnya...