Edisi 30-06-2016
Warga Serbu Bazar Sembako Korem Pamungkas


YOGYAKARTA – Menjelang hari raya Idul Fitri 1437 H, Komando Resor Militer (Korem) 072 Pamungkas menggelar bazar sembako di halaman Makorem.

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Badan UrusanLogistik( Bulog) DIYlangsung diserbu warga maupun anggota. Kepala Staf Korem Kolonel Inf Ida Bagus Surya mengatakan, bazar sengaja digelar untuk membantu anggota maupun masyarakat sekitar memenuhi kebutuhan sembako.

Hampir semua kebutuhan yang diperlukan warga menjelang lebaran tersedia. “Acaranya satu hari. Kita menggandeng Bulog DIY untuk menyediakan sembako yang akan dijual kepada masyarakat. Ada juga kebutuhan pendukung lain.

Mudah-mudahan kegiatan ini membantu warga mencukupi kebutuhannya,” ucap Kasrem. Kepala Bulog Divre DIY Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, pada bazar kali ini pihaknya hanya menurunkan empat item untuk dijual kepada masyarakat.

Yakni minyak goreng, beras, gula pasir, dan bawang merah. Sedangkan daging sapi belum dihadirkan karena dinilai belum dibutuhkan. “Memang seharusnya ada daging juga yang kami bawa ke sini, tapi sementara tidak kami lakukan karena pertimbangan kebutuhan.

Disinisementarainimasih belum dibutuhkan, jadi tidak kami bawa ke sini. Yang kami bawa semua unlimited,” terang Sugit. Ia menjelaskan, semua item yang ditawarkan dijual di bawah harga pasar. Beras premium misalnya, jika di pasaran dijual dengan harga Rp9.000 per kilo maka Bulog menjualnya dengan harga lebih rendah Rp7.800 per kilo.

Kemudian minyak goreng dijual dengan harga Rp12.000 per kilo, gula pasir Rp13.000 per kilo dan bawang merah Rp20.000 per kilo. Khusus untuk beras, lanjut Sugit, selamainimasihadakesalahan persepsi di tengah masyarakat bahwa beras yang dijual adalah beras untuk raskin.

Padahal, beras yangditawarkandalambazaradalah beras kualitas premium yang dijual dengan harga medium. Ia menambahkan, Bulog sudah melakukan operasi pasar sejakbulanMeilalutanpamengenal hari.

Operasi pasar biasanya dilakukan bekerjasama dengan instansi. Namun jika instansi tidak menggelar operasi pasar, maka Bulog memilih stanby di pasar. “Stok Bulog aman sampai Maret tahun depan. Sekarang kita juga masih terus menyerap dari petani dengan serapan mencapai 400 ton per hari.

Yang perlu diperhatikan adalah budaya masyarakat yang masih membeli barng dalam jumlah banyaj. Padahal sebenarnya tidak perlu,” tambahnya.

sodik


Berita Lainnya...