Edisi 30-06-2016
BPJS-TK Dorong Kepatuhan Perusahaan


SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Kantor Wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY terus berupaya meningkatkan kepatuhan perusahaan-perusahaan baik yang sudah mendaftarkan karyawannya menjadi peserta ataupun yang belum.

Kepala BPJS-TK Wilayah Jateng dan DIY Salkoni mengungkapkan, untuk meningkatkan kepatuhan, saat ini pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) terhadap perusahaan yang dinilai tidak patuh. Tercatat, hingga Juni 2016 jumlah perusahaan yang dilakukan proses wasrik sebanyak 1.423, di mana 976 perusahaan di antaranya dilakukan proses pengawasan dan 333 perusahaan telah masuk tahap pemeriksaan.

“Selain itu, sebanyak 212 perusahaan kini ditangani bersama dengan Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri,” paparnya kemarin. Salkoni menerangkan, dari kasus yang telah dilakukan wasrik, sebanyak 644 kasus pada perusahaan wajib belum terdaftar, 688 kasus perusahaan menunggak iuran, 26 kasus perusahaan mendaftarkan upah karyawannya sebagian. Kemudian, ada 34 kasus perusahaan mendaftarkan tenaga kerja sebagian dan 31 perusahaan yang tidak mendaftarkan keseluruhan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JSK).

“Dari jumlah perusahaan tersebut, 84 perusahaan telah diberikan sanksi teguran tertulis, 4 perusahaan dikenai denda, dan 722 perusahaan diserahkan kejaksaan. Bahkan, saat ini kasus yang sudah tertangani dengan surat kuasa khusus ada 621 kasus perusahaan menunggak iuran, 86 kasus perusahaan wajib belum daftar, 2 kasus perusahaan daftar sebagian tenaga kerja, dan 13 kasus perusahaan daftar sebagian program,” paparnya. Dari proses implementasi wasrik hingga Juni 2016, dari 1.423 kasus, 882 kasus perusahaan telah dinyatakan patuh. Sementara untuk kasus perusahaan menunggak iuran sebanyak 688 kasus, berhasil diperoleh kepatuhan senilai Rp11,719 miliar.

Begitu pula untuk perusahaan wajib yang belum daftar sebanyak 644 kasus, 264 perusahaan di antaranya telah patuh, dengan jumlah tenaga kerja 6.050 orang dan iuran Rp1,023 miliar. “Untuk kasus perusahaan yang mendaftarkan sebagian tenaga kerja sebanyak 34 kasus didapatkan hasil kepatuhan 3.978 tenaga kerja, dengan iuran Rp507,5 juta. Untuk perusahaan mendaftarkan sebagian upah, dari 26 kasus menghasilkan iuran Rp47,8 juta,” ucap Salkoni.

Sementara itu, Kepala Pemasaran BPJS Wilayah Jateng dan DIY Heri Purwanto menyatakan, sampai dengan saat ini akumulasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 33.895 perusahaan yang aktif, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.388.180 pekerja. “Sedangkan untuk pencapaian kepesertaan penerima upah mencapai 5.377 perusahaan dan 207.453 tenaga kerja. Dan untuk kepesertaan bukan penerima upah, mencapai 94.823 pekerja,” ucapnya.

Andik sismanto



Berita Lainnya...