Edisi 30-06-2016
Daging Gelonggongan Disita


MAGELANG – Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengamankan 6,5 kilogram (kg) daging gelonggongan dari pedagang di Pasar Gotong Royong, Kota Magelang, kemarin.

Petugas yang tiba di lokasi memeriksa daging, tanpa diketahui pedagang menyelinap kabur. Razia yang dilangsungkan menjelang Lebaran tersebut diduga telah bocor sebelumnya.

Informasi diperoleh menyebutkan razia melibatkan pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Satpol PP Kota Magelang, dan sejumlah personel Polres Magelang Kota.

Razia yang dimulai pukul 00.00 WIB, pertama kali dilakukan di kawasan RPH Canguk Kota Magelang. Ketika itu, petugas memeriksa sejumlah mobil pikap yang membawa daging dari luar daerah memasuki Kota Magelang.

Dalam pemeriksaan itu, ada pembawa daging meminta surat keterangan daging dari daerah asal di RPH Canguk Kota Magelang. Ketika pemeriksaan tidak ditemukan daging yang mencurigakan.

Selanjutnya menjelang sahur sekitar pukul 03.00 WIB, tim gabungan memeriksa daging di Pasar Rejowinangun dan Pasar Gotong Royong. Ketika pemeriksaan, tim dibagi menjadi dua, yaitu ada yang menuju Pasar Rejowinangun dan sebagian menuju Pasar Gotong Royong.

Saat berada di Pasar Gotong Royong, petugas sempat kucing- kucingan dengan pedagang yang diduga menjual daging sapi gelonggongan. Sekitar pukul 03.30 WIB, tim gabungan menyisir di los daging, juga tak menemukan pedagang dan hanya ada timbangan.

Kemudian tim gabungan berpencar menunggu hingga waktu salat subuh. Seusai menjalankan salat subuh, dua pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan kembali memasuki los daging Pasar Gotong Royong.

Ketika itu pedagang yang dicurigai menjual daging sapi gelonggongan telah tiba, tapi daging belum didasarkan tetap ditaruh di bawah loker dengan dibalut kain warna hitam. “Hasil pemeriksaan tadi, kadar air di atas 80%. Itu sudah menunjukkan (daging gelonggongan),” kata seorang petugas.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Hadiono mengatakan, daging yang diamankan tersebut disita, kemudian akan dimusnahkan. “Daging ini akan kami musnahkan,” katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, pedagang daging gelonggongan di Kota Magelang pasti ketahuan karena ada pengawasan selama 24 jam.

Pihaknya mewanti-wanti kepada pedagang daging agar tidak main-main berjualan di Magelang yang dikenal sebagai Kota Jasa. “Pasti ketahuan karena kita piketnya 24 jam.

Kualitas harus dapat dijaga di Kota Jasa,” kata Sigit. Kendati jumlahnya hanya 6,5 kg, katanya, daging gelonggongan tersebut disita dan dimusnahkan. Pihaknya telah menerima laporan daging tersebut dimusnahkan.

Alami Kenaikan

Salah satu pedagang daging sapi, Mahmud, 48, warga Karet mengatakan, harga jual daging sapi per kg Rp105.000 untuk kualitas sedang. Ia memprediksi hingga mendekati Lebaran bisa mencapai Rp120.000 karena banyak permintaan dari pembeli.

“SekarangmasihRp105.000, tapi kalau mendekati Lebaran, ya bisa Rp120.000,” katanya, kemarin. Sementara untuk daging ayam di Pasar Gotong Royong Kota Magelang justru sudah mengalami kenaikan. Sebelumnya per kg dijual antara Rp25.000-26.000. Namun sejak kemarin mengalami kenaikan. “Sekarang kami jual per kg Rp29.000-Rp30.000. Ini sudah mengalami kenaikan,” kata Yati, salah satu pedagang daging ayam.

eko susanto

Berita Lainnya...