Edisi 30-06-2016
Dewan Awasi Relokasi Pasar Pedurungan


SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang akan memastikan relokasi pedagang Pasar Pedurungan ke pasar sementara berjalan lancar tanpa kecurangan.

Dewan khawatir, relokasi diwarnai praktik curang seperti jual beli lapak yang merugikan pedagang. “Yang sudah-sudah pelaksanaan relokasi pedagang oleh Dinas Pasar selalu menimbulkan masalah. Seperti praktek dugaan jual beli lapak pedagang, kurangnya fasilitas pendukung, dan kurang matangnya persiapan relokasi,’’ ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Muallim kemarin.

Relokasi pedagang Pasar Pedurung dilakukan karena pasar tersebut akan dibangun. Muallim juga meminta pasar dibangun dua lantai. Belajar dari revitalisasi sebelumnya di Pasar Bulu dan Pasar Sampangan, pembangunan lantai ketiga biasanya mangkrak. Lantai ketiga ini dinilai sangat tidak efisien bagi pedagang karena para pembeli enggan mengunjunginya. Tidak ada aktivitas pedagang dan jual beli di lantai paling atas tersebut. Menurutnya, Dinas Pasar memiliki banyak pekerjaan rumah untuk revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Selain bangunan yang mangkrak juga rencana revitalisasi Pasar Peterongan dan Pasar Johar yang tak kunjung selesai.

“Komisi B akan membentuk panja (panitia kerja) untuk mengawal setiap revitalisasi pasar tradisional tersebut agar proses perencanaan, relokasi hingga pembangunannya berjalan lancar,” ucapnya. Kepala Bidang Penataan Dinas Pasar Kota Semarang Bachtiar Effendi menjelaskan, relokasi 500-an pedagang Pasar Pedurungan di Jalan Fatmawati Semarang rencananya akan dilakukan pada H+5 Lebaran.

Pasar Pedurungan yang lama akan direvitalisasi untuk dibangun kembali dengan bangunan dua lantai. Menurutnya, waktu relokasi tersebut sudah disosialisasikan kepada pedagang dan sesuai hasil kesepakatan dengan dinas pasar. “Pertemuan dengan pedagang sampai tiga kali di kelurahan, mereka sepakat untuk pindah lima hari setelah Lebaran. Pedagang menempati lokasi relokasi di depan Kantor Dinas Pertanian di Jalan Kompak Gemah, Pedurungan,” katanya.

Untuk persiapan penataan lapak sementara bagi para pedagang Pasar Pedurungan, sebelum Lebaran ini akan dibuat garis pembatas di tiap lapaknya. Selanjutnya, lapak tersebut akan diundi, jadi setelah Lebaran hari ke lima, pedagang yang pindah sudah siap menerima lapak sementara tersebut. “Nantinya pedagang akan mendapatkan lapak sementara sesuai ukuran yang ada sebelumnya, bagi pedagang yang memiliki lapak dengan luas dua meter akan diberikan luasan yang sama,” papar Bachtiar Effendi. Luasan lapak paling kecil untuk pedagang yakni 1,5 meter x 1,5 meter.

Bagi pedagang yang memiliki kios akan mendapatkan pembagian lapak berupa kios, begitu juga pedagang yang memiliki los nanti akan dibagi los. Adapun total pedagang yang akan menempati relokasi tersebut berjumlah 577 pedagang, yang terdiri atas 50 kios dan lainnya merupakan pedagang los dan basahan. Pembangunan Pasar Pedurungan akan dilaksanakan tahun ini, dalam satu tahun anggaran dengan total anggaran mencapai Rp15 miliar.

M abduh

Berita Lainnya...