Edisi 30-06-2016
Ganjar Harus Istikomah


SEMARANG - Budayawan Jawa Tengah, Prie GS meminta kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo agar istikomah tidak korupsi dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Mas Ganjar itu yang penting istiqomah tidak korupsi, itu dulu, setelah itu baru lainnya,” kata budayawan Prie GS dalam peluncuran buku “Kontroversi Ganjar” di Semarang kemarin. Menurut Prie, sosok Ganjar dinilai unik karena pembawaannya dalam memimpin dengan gaya anak muda, bisa lebih akrab dengan di tengah masyarakat.

Buku yang ditulis oleh Isdiyanto, Budiono Isman, dan Solikun ini merekam sepak terjang Ganjar sejak kecil hingga kiprahnya sebagai gubernur di Jateng. Salah seorang penulis, Isdiyanto mengaku sengaja memberi judul buku itu dengan kata kontroversi karena banyak gebrakan-gebrakan yang dilakukan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jateng ini acap kali menjadi kontroversi. Isdiyanto membeberkan, ada beberapahalyangmenginspirasi judul. Di antaranya sikap tegas Ganjar yang tanpa kompromi dalam memimpin Jateng. Ketegasan itu rupanya melahirkan “gegarbudaya birokrasi”.

“Harapan kami, setelah membaca buku ini akan ada kanalisasi persepsi dan gerak langkah yang seiring sejalan antara Ganjar dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun Jateng,” ucapnya. Buku setebal 325 halaman tersebut terbagi dalam empat bab. Bab pertama “Jalan Berliku Menjadi Jateng Satu” berisi biografi singkat Ganjar dari masa kanak-kanaknya di Tawangmangu, Karanganyar, semasa menjadi aktivis mahasiswa di Universitas Gadjahmada Yogyakarta, hingga menjadi wakil rakyat di Senayan. Bab kedua “The Rockin Governor” adalah bagian ketika mandat rakyat Jateng telah tersemat di pundak Ganjar.

Sebagai gubernur, Ganjar dituntut segera merealisasikan janji dan mimpi yang ditebarnya pada masa kampanye. Proses mewujudkan janji ini menghadirkan sejumlah kontroversi yang dibahas tersendiri di bab tiga. Di bab “Kontroversi”, penulis membeberkan konflik Ganjar dengan sejumlah pihak. Dari legislatif, buruh, pengusaha, petani, nelayan, birokrasi. Pada bab terakhir “Nasihat kepada Ganjar”berisi tulisan sejumlah tokoh.

Di antaranya Ketua DPP PDIP Idham Samawi, Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, dan lainnya. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowoberharapbukuitubisa sebagai menjadi proses dilektika dengan masyarakat. “Tentu ada yang suka dan tidak, tapi ini bagian dari proses,” ucapnya.

Sebenarnya yang dia lakukan bukan bermaksud untuk melakukan kontroversi, tapi memang persoalan tertentu yang harus dilakukan dengan cara menabrak pakem. Pakar komunikasi Universitas Indonesia, Effendi Ghozali mengatakan ulasan yang mengemuka dalam buku tersebut tidak hanya kontroversi, tapi sebuah dinamika yang menarik untuk dibaca. “Tidak semuanya berbau serius, tapi juga banyak yang lucu,” kata Ganjar Pranowo.

Amin fauzi

Berita Lainnya...