Edisi 30-06-2016
Kiriman Parsel ke Pejabat Masih Marak


JEPARA - Kiriman parsel Lebaran untuk para pejabat di Kabupaten Jepara hingga kini diduga masih marak. Larangan memberikan parsel untuk pejabat sesuai instruksi pemerintah pusat masih “dilanggar” di Kota Ukir.

Indikasi masih adanya kiriman bingkisan yang dikategorikan gratifikasi untuk para pejabat diketahui dari para pembuat parsel yang ada di Jepara. Pengusaha parsel Lebaran musiman, Mesakh mengaku meski terjadi penurunan dibanding tahun lalu, pihaknya masih membuatkan pesanan bingkisan Lebaran untuk pejabat di Kota Ukir. Pesanan dari sejumlah kalangan dengan beragam latar belakang. Nilai parsel untuk pejabat tersebut mulai Rp300.000-Rp500.000.

“Parsel makanan dan keramik yang paling banyak dipesan dan kita kirim ke pejabat,” ujar Mesakh, tanpa menyebut pihak pemesan kemarin. Selain parsel untuk pejabat, Mesakh juga menerima pesanan dari kalangan pengusaha. Biasanya parsel itu dikirimkan kepada rekan bisnis. “Tapi memang larangan pejabat menerima parsel itu berdampak pada usaha saya. Omzet penjualan parsel kali ini menurun hingga 25%,” ucapnya.

Tiap hari pihaknya mampu menjual 30 paket parsel. Paket parsel yang dijual mulai Rp50.000 hingga Rp1,3 juta. “Biasanya yang harganya tinggi parsel pesanan kalangan swasta. Jadi semacam untuk menjaga relasi bisnis,” kata Mesakh. Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto mengatakan kebijakan pemerintah pusat diikuti oleh Pemkab Jepara. Bahkan, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menguatkan kebijakan itu dengan mengeluarkan instruksi larangan menerima parsel bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Jepara. “Aturannya sudah jelas kita tinggal melaksanakan saja,” katanya.

Meski begitu, pemkab juga tak akan tutup mata jika memang ada pejabat yang terbukti menerima bingkisan Lebaran. Pemkab akan menjatuhkan sanksi sesuai tingkat kesalahan yang dilakukan. “Bisa be-rupa sanksi teguran sampai administrasi,” tandas Hadi.

Muhammad oliez


Berita Lainnya...