Edisi 30-06-2016
Lonjakan Pemudik Mulai Hari Ini


BREBES - Kendaraan pemudik yang masuk ke Jawa Tengah melalui jalur utama pantura Brebes diprediksi mengalami kenaikan sebesar 6% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan kendaraan pemudik diperkirakan mulai terjadi hari ini.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Brebes Satibi mengatakan, kenaikan kendaraan pemudik dalam dua tahun terakhir kecenderungannya mencapai 6%. “Arus mudik Lebaran tahun ini perkiraan kenaikan kendaraan sama dengan arus mudik tahun 2014 dan 2015, yaitu sebesar 6 persen,” katanya, kemarin. Dengan prediksi kenaikan tersebut, maka jumlah kendaraan yang akan masuk ke Brebes menuju ke sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY, diperkirakan mencapai 1.555.895 unit. “Perkiraan ini untuk semua jenis kendaraan,” ujar Satibi.

Mengantisipasi kenaikan tersebut, sejumlah jalur alternatif telah disiapkan mengurangi kepadatan di jalur pantura. Jalur alternatif yang disiapkan, yakni Pejagan-Dermoleng- Jatibarang dan Bojongsari-Jatibarang. “Tahun ini juga ada Tol Brebes Timur sehingga bisa mengurangi (kepadatan di jalur pantura). Tetapi ini juga harus menjadi perhatian kami karena justru menjadi salah satu titik krusial (kemacetan),” katanya.

Menurut Satibi, exit Tol Brebes Timur diperkirakan menjadi salah satu simpul kemacetan karena menjadi titik keluar terakhir kendaraan dari arah Jakarta yang menggunakan tol. Kemacetan terjadi karena ada penumpukan kendaraan yang mau keluar tol. “Pintu keluar sampai jalan raya tidak begitu panjang, sehingga akan terjadi penumpukan di dalam jalan keluar tol itu. Mudah-mudahan sebagian kendaraan bisa menggunakan jalur nontol dan jalur alternatif,” ucapnya.

Sementara sejumlah titik rawan kemacetan di jalur pantura, tengah, dan selatan Brebes, kata dia, dipicu keberadaan perlintasan kereta, SPBU, pusat kuliner, pasar tumpah, dan pusat oleh-oleh. Aktivitas pemudik yang berhenti maupun warga di lokasi SPBU, pusat kuliner, dan oleh-oleh membuat lajur jalan dipastikan menyempit. “Ada sekitar 20 lokasi SPBU dan 17 titik lokasi kuliner baik di pantura, tengah, dan selatan. Kemudian pusat oleh-oleh kurang lebih 11. Ini akan menambah tingkat merayapnya kendaraan,” katanya.

Satibi berharap para pemudik tidak melakukan perjalanan mudik pada waktu bersamaan. Dengan demikian, kepadatan kendaraan juga tidak terlalu tinggi. “Misalnya mudik habis sahur dan habis sahur semua, sehingga kepadatan tidak tinggi,” ujarnya. Kasat Lantas Polres Brebes AKP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, volume kendaraan pemudik masih belum menunjukkan peningkatan. Dia memperkirakan lonjakan kendaraan baru terjadi pada Kamis (30/6) sore. Hal ini karena PNS dan karyawan swasta sudah mulai memasuki libur Lebaran.

“Diperkirakan peningkatan mulai terjadi besok (Kamis) karena aktivitas pekerja baik yang swasta maupun negeri mulai libur hari Senin. Jadi diperkirakan sampai hari Senin terjadi kepadatan,” ujarnya. Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Aris Arianto mengatakan, salah satu titik kemacetan di jalur pantura Kota Tegal yang diwaspadai, yakni di sekitar SPBU Kaligangsa yang berada tak jauh dari perbatasan Brebes dan Kota Tegal. Untuk mengantisipasinya, personel akan disiagakan di kawasan itu.

“Personel nanti paling banyak di Kaligangsa dan jalingkut (jalanlingkarutara). Karenananti troubel spot -nya di Kaligangsa karena di situ hanya ada satu SPBU jadi berpotensi penumpukan kendaraan,” katanya. Sementara dari pantauan KORAN SINDO kemarin, sejumlah kendaraan pemudik terlihat mulai banyak yang keluar dari dalam Tol Brebes Timur menuju arah Semarang. Arus lalu lintas sejak dari pintu keluar tol hingga jalan raya terpantau masih lancar meskipun kendaraan dari arah tol dan jalur pantura harus bergantian melaju.

Kondisi serupa juga terlihat di jalur pantura Brebes, Kota Tegal, hingga Kabupaten Tegal. Mulai ada pemudik yang melintas belum sampai menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama. Sebagian besar pemudik yang mudik lebih awal tersebut didominasi oleh mobil pribadi. Salah seorang pemudik, Heru, mengaku belum menemui kemacetan sejak dari Jakarta hingga keluar dari exit Tol Brebes Timur. “Masih lancar. Tadi juga sempat berhenti beberapa kali untuk istirahat. Jakarta-Brebes sekitar 4 jam,” kata pemudik yang berniat menuju Ngawi, Jawa Timur ini, kemarin.

Waspadai Pasar Tumpah di Kendal

Pemudik yang akan melintasi Kendal perlu mewaspadai titik kemacetan akibat pasar tumpah di beberapa pasar tradisional. Di antaranya di Pasar Weleri, Pasar Cepiring, Pasar Kendal, dan Pasar Kaliwungu. Kemacetan disebabkan banyak pejalan kaki menyeberang jalan dan pedagang yang meluber.

Pasar Weleri diperkirakan akan ada penumpukan kendaraan karena selain ke arah Semarang (timur), juga menjadi jalur menuju arah Sukorejo- Temanggung. Demikian juga dengan Kaliwungu yang menjadi akses alternatif menuju Boja-Kabupaten Semarang. “Kami akan melakukan pemasangan barikade atau guardzone di Pasar Weleri dan Cepiring, untuk meminimalisir penyeberang dan kendaraan yang berbalik arah,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal Subarso, kemarin.

Sedangka di Pasar Kendal pihaknya menerjunkan petugas gabungan untuk menertibkan tempat parkir dan pedagang yang berjualan di badan jalan. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono menjamin Jembatan Sipait B di Pantura Pekalongan dibuka malan mini. Jembatan di Kecamatan Siwalan ini sudah siap dilewati pemudik. “Tinggal diaspal, serta pemasangan pagar dan kelengkapan lainnya,” kata Basuki saat meninjau Jembatan Sipait, kemarin. Di sisi lain, jembatan ini juga menjadi salah satu titik rawan macet selain di depan Pasar Wiradesa.

“Kalau macet parah kendaraan akan kami arahkan melalui jalur alternatif Bojong- Kedungwuni-Ponowalen, tembus Batang. Kami sudah siapkan tim pengurai macet di Jembatan Sipait,” imbuh Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Didi Dewantoro. Basuki juga memantau kondisi genangan rob di jalur Pantura Semarang, tepatnya di Kaligawe, serta kawasan Terboyo hingga Kali Sringin. Didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Basuki meninjau sistem yang dibangun Kementerian PUPR dalam mengatasi rob.

“Rekayasa penanganan air rob melalui pompanisasi akan mengatasi tingginya genangan rob di pantura Kaligawe. Sedangkan penanganan rob dengan peninggian jalan itu langkah yang kurang tepat,” katanya.

Farid f/wikha s/ prahayuda f/m abduh/ amin f/andika p



Berita Lainnya...