Edisi 30-06-2016
Perusahaan Diminta Bayar THR Tepat Waktu


SLAWI - Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tegal diperingatkan untuk membayar tunjangan hari raya (THR) ke karyawannya sesuai ketentuan dan tepat waktu.

Pemkab akan mengambil tindakan tegas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan itu. “Sesuai dengan ketentuan, THR harus dibayarkan ke karyawan, terutama yang sudah genap satu tahun. Pemberian THR juga harus tepat waktu, paling lambat H-7,” tandas Bupati Tegal Enthus Susmono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera di Desa Mujungagung, Kecamatan Kramat kemarin. Bupati menegaskan, Pemkab Tegal akan mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang tidak memberikan THR karyawannya. Tindakan tersebut di antaranya berupa teguran keras dan denda. “THR harus dibayarkan, plus denda 5%,” ujarnya.

Enthus mengaku ingin memastikan perusahaan sudah membayarkan THR. Dia tidak ingin ada karyawan yang mengadu belum menerima THR. “THR merupakan hak karyawan walaupun baru satu bulan bekerja. Sampai saat ini belum ada (laporan),” ungkapnya. Selain ke PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera yang merupakan perusahaan rokok, Enthus juga mendatangi pabrik garmen, PT Tri Lestari Sandang Industri di Balamoa, Kecamatan Tarub. Saat berada di dua pabrik tersebut, Enthus menanyakan langsung kepada karyawan terkait THR.

“Saya ingin ngecek langsung apakah (perusahaan) sudah me-mberikan THR ke karyawan apa belum,” ucapnya. Salah satu karyawan PT Tri Lestari Sandang Industri, Siti Nadiroh, 27, mengaku sudah menerima THR Rp1,4 juta. “Jumlahnya hampir sama dengan gaji. Tapi itu kotor. Kami tidak dapat uang makan dan transport,” ujarnya. Hal senada diungkapkan karyawan lainnya, Siti Julekha, 29. Menurut dia, THR yang diterima sebesar satu kali gajinya yakni Rp1,3 juta. “Kalau THR sudah semua. Tapi kalau uang transport dan makan tidak dapat. Gaji juga dipotong Jamsostek dan BPJS,” ucapnya.

Manajer PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera Bagus Heri memastikan THR karyawan sudah diberikan sejak Jumat (24/6). “Jumlah karyawan kami ada sekitar 1.700. Sedangkan THR yang kami berikan total sekitar Rp3 miliar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal Eko Jati menerangkan, pemantauan di dua pabrik di Balamoa dan Mujungagung karena memiliki jumlahnya karyawan yang banyak.‎ “Ini bagian dari deteksi dini. Kami juga melakukan pemantauan ke perusahaan-perusahaan lain,” ujarnya.

Farid firdaus



Berita Lainnya...