Edisi 30-06-2016
Tantang Produk Impor dengan Merek Lokal


Minat masyarakat untuk berolahraga terus naik. Kesadaran pentingnya kesehatan membuat banyak orang berusaha meluangkan waktu berolahraga.

Kondisi ini ditangkap oleh Tania Hermawan, sebagai peluang pasar yang besar untuk produk-produk aksesori olahraga. Oleh karena itu, pada 2015 Tania memberanikan diri memproduksi aksesori olahraga, khususnya sarung tangan dengan merek dagang Zuna Sport. Sarung tangan ini bukan hanya membantu berolahraga seperti golf, bersepeda, tapi juga fashionable.

“Karena perkembangan zaman, ada beberapa seri inovasi sarung tangan yang dapat digunakan untuk mengoperasikan layar sentuh di ponsel,” ujar Tania. Dia mengaku desain sarung tangan selalu menyesuaikan perkembangan zaman dan juga tren mode. Dia juga terus berusaha menyesuaikan kebutuhan pengguna. “Sekarang olahraga adalah gaya hidup, orang berolahraga juga sudah memperhatikan fashion supaya tetap tampil oke,” ucapnya. Produksi sarung tangannya ini baru dimulai dengan merek dagang lokal sejak 2015.

Namun, dia sebenarnya sudah berpengalaman memproduksi kelengkapan berolahraga. Sudah sejak lama bisnisnya memproduksi sarung tangan untuk berbagai jenis olahraga, tapi dikirim ke luar negeri dan kemudian diberi label luar. Kini produk sarung tangan Tania sudah merambah beberapa daerah di Indonesia, seperti Semarang, Jakarta, Makasar hingga Medan. Akhirnya alumnus jurusan Fashion Marketing Management, Raffles Design Institute Singapura ini mantap memproduksi kelengkapan olahraga dengan merek lokal dan dipasarkan di dalam negeri.

Sebab, dia menilai produk lokal tidak kalah dengan produk impor. Karena sudah berpengalaman memproduksi produk berkualitas ekspor, produk Zuna Sport pun memiliki kualitas yang sama. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan barang-barang kualitas ekspor dengan harga lokal. “Sebetulnya kalau produksi di dalam negeri, dijual ke luar kemudian dilabeli luar, dan kembali lagi ke dalam negeri, harga juga pasti jauh lebih mahal. Padahal itu buatan kita sendiri,” paparnya.

Saat ini sebagian masyarakat masih menganggap produk impor memiliki kualitas nomor satu. Hal itulah yang menjadi tantangan bagi Tania, yakni untuk meyakinkan konsumen supaya tidak selalu import mainded. “Kebanyakan masyarakat takut kalau produk lokal kualitasnya jauh di bawah produk luar. Nah, hal ini yang perlu kami luruskan,” ujarnya. Oleh karena itu, Tania terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait hal itu. Edukasi dilakukan dengan senantiasa memberikan produk yang berkualitas yang tak kalah dengan produk impor.

Andik Sismanto
Kota Semarang

Berita Lainnya...