Edisi 30-06-2016
Idap Kanker, Rodiaman Minta Bantuan Presiden


Doa untuk kesembuhan dari seluruh keluarga, kerabat, rekan, dan sahabat, terus mengalir untuk Rodiaman, 38, mantan Atlet dayung Indonesia. Peraih mendali emas di ajang bergengsi se-Asean pada 2003, 2005, 2007, itu sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sejak delapan bulan terakhir, Rodiaman terus berjuang melawan penyakitnya. Namun, sepertinya perjuangan mantan atlet dayung Indonesia ini sangat berat. Selain mengalami kesulitan biaya, pria yang sempat mengharumkan nama bangsa di SEA Games itu kondisinya terus menurun. Sekarang, tubuh Rodiaman sangat kurus. Badannya hanya terlihat tulang yang dibalut kulit. Bahkan, tulang di wajahnya pun sangat terlihat jelas. Melihat kondisi ini, sejumlah kerabat, kolega, hingga pelatih Rodiaman ikut turun tangan.

Ahmad Zafrullah, salah satu kerabat Rodiaman pun coba bersuara, guna menggugah hati pemerintah, agar mau memberi bantuan. Dia memberanikan diri untuk mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui jejaring sosial Facebook. Berikut, salin isi lengkap surat terbuka tersebut yang dituliskan Ahmad pada Selasa(28/6), lalu: Dengan Hormat, Selamat sore, selamat berbuka Pak Presiden. Saya mohon maaf bila penulisannya tidak rapih dan baik.

Dalam kesempatan ini saya mewakili teman, saudara kami Rodiaman, mantan pedayung nasional yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah pesta olahraga dunia. Peraih medali emas SEA Games 2003, 2005, dan 2007. Memohon dengan sangat perhatian Bapak terkait kondisi Rodiaman, yang sedang kritis melawan kanker usus. Beliau sedang dirawat di Rumah Sakit Al Ihsan, Bale Endah, Kab. Bandung. Sekiranya Bapak dapat menolong teman kami dalam menghadapi kesulitannya. Sekali lagi saya minta maaf bila tulisan ini mengganggu Bapak.

Terima kasih. Ahmad Zafrullah Guru Olahraga Sekolah Bogor Raya Lulusan FPOK UPI Bandung angkatan 1994 Ahmad nekat menuliskan surat tersebut karena melihat kondisi sahabatnya yang berjuang melawan penyakit kanker usus. Kabar Rodiaman menderita sakit ini mulai ramai diperbincangkan sejak Selasa (28/06), lalu. Tulisan itu pun langsung membuat dunia maya heboh, bahkan beberapa rekan sejawat Rodiaman pun langsung berdatangan.

Tidak hanya itu, perhatian pun muncul dari tempatnya bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat yang langsung memindahkan Rodiaman dari Kelas 2B Zaitun lantai 2 ke Kelas VIP Gedung Zamzam Lantai II kamar 8 RS Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung. Orang tua Rodiaman, Tarmana, 65, menceritakan awal sakitnya putranya tersebut sejak setahun terakhir. “Sudah 8 bulan, kami juga tidak tahu gejalanya bagaimana. Mengeluh diusus aja, sakit,” ujar Tarmana.

Bahkan Rodiaman yang tinggal di sekitar Kawasan Situ Ciburuy itu pun sempat dibawa ke RS Dustira Cimahi untuk dirawat. Namun, Rodiaman memilih dirawat dirumahnya. Tidak berapa lama, sakitnya pun kambuh kemballi bahkan hingga diperiksa ke RS Hasan Sadikin Bandung dan disarankan untuk di lakukan operasi pada ususnya yang terserang kanker. Merasa tubuhnya kuat, Rodiaman pun lebih memilih berobat menggunakan obat herbal dan alternatif. Hingga akhirnya dua bulan lalu atau sekitar Mei, merasa tidak kuat lagi dan memilih untuk dirawat di rumah orangtuanya di daerah Cisewu, Kabupaten Garut.

“Pas pulang ke rumah masih terlihat segar tetapi memang tidak sebugar biasanya. Dirawat dirumah mengandalkan herbal rupanya tidak kunjung sembuh, bahkan berat badannya terus menurun hingga terliihat tulang dibalut kulit saja,” ungkapnya. Hingga dua hari lalu, berdasarkan inisiatif rekanrekannya, Rodiaman pun kemudian dirujuk ke RS Al Ihsan agar ditangani secara intensif. Bahkan berkat berita di Facebookyang meminta perhatian dari Presiden RI Joko Widodo menyebar pun membuat banyak kolega, rekan dan juga pelatihnya pun bersimpat dan langsung datang ke RS Al Ihsan.

Pelatih yang juga dosen saat belajar di FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Dede Rohmat pun langsung berkoordinasi dengan kolega dan rekanrekannya di Disorda Provinsi Jabar. “Saya sedih saat melihat kondisi anak didik saya yang kini terbaring lemah, padahal dulu prestasinya sangat luar biasa dan mengharumkan nama bangsa Indonesia,” ungkap Dede saat mendampingi Rodiaman di RS Al Ihsan, kemarin. Dede mengungkapkan. karir Rodiaman berawal dari bergabungnya menjadi atlet Dayung pada 1998 dan bertanding di Porda Bogor mewakili Kabupaten Bandung.

Kemudian bertanding di PON pada 2000. Kariernya terus moncerhingga bisa promosi ke tingkat nasional mengikutin Sea Games. “Dia sudah mengikuti beberapa event Sea Games dan rata-rata mengantongi emas seperti pada 2001 di Malaysia, 2003 di Philipina, 2005 di vietnam, kemudiann di Pataya pada 2007 lagi-lagi mendapatkan emas. Hanya pada Asean Games di Busan 2002 saja yang mendapatkan perunggu,” paparnya. Setelah berhasil menjuarai berbagai pertandingan, karier Rodiaman pun menjadi pelatih atlet Dayung dan pada 2010 Dispora Jabar mengangkatnya menjadi PNS melalui jalur prestasi.

“Setelah gabung di Dispora pun dia masih terus aktif dan melakukan pembinaan kepada atlet-atllet dayung agar bisa berprestasi,” katanya. Mengenai penyakit yang dideritanya, Dede mengaku baru mengetahui akhir-akhir ini.

“Sejak awal tahun lalu sering sakit-sakitan dan izin ke kantornya dan semakin parah beberapa bulan terakhir. Sepertinya penyakitnya mulai parah,” ungkapnya. Dede berharap, Rodiaman bisa kembali pulih dan sehat seperti semula. “Sumbangsih dia kepada Negara sangat besar. Kami berharap Rodiaman bisa kembali sehat”, ujarnya.

Yugi Prasetyo
Kabupaten Bandung

Berita Lainnya...