Edisi 30-06-2016
Kuningan-Majalengka Terhubung Lagi


KUNINGAN – Jalan nasional penghubung Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan serta Kabupaten Ciamis yang ambles diterjang longsor beberapa bulan lalu kini sudah terhubung kembali.

Bahkan, jalur penghubung tiga Kabupaten di Jawa Barat dipastikan bisa digunakan sebagai jalur mudik lebaran. Hal itu diungkapkan Kapolres Kuningan AKBP Syahdudi melalui Kasat Lantas AKP Subana seusai me - nin jau langsung pembukaan ja - lan tersebut. “Pembangunan jalan nasio nal di Kampung Cipadung, Desa Sin - dangpanji, Kecamatan Cikijing ini pengerjaannya memang sengaja dikebut dan hasilnya alhamdulillah sekarang telah selesai dan bisa digunakan, terutama untuk arus mudik Idul Fitri 1437 Hijriah,” ungkap Subana, kemarin.

Dengan telah selesainya jalur penghubung tersebut, pihaknya memastikan arus mudik di Kabupaten Kuningan akan lancar dan tidak mengalami hamba - tan. “Sekarang jalan ini bisa digu - na kan kembali oleh masyarakat yang akan bepergian ke arah sela tan, seperti ke Ciamis, Tasik, dan lainnya,” ujarnya. Begitu pun sebaliknya, lanjut Subana, kendaraan-kendaraan dari arah selatan yang hendak me - nuju Kuningan, Cirebon, atau ke Jawa Tengah bisa kembali me lin - tas normal. Namun, kata dia, untuk kendaraan bertonase berat, seperti tronton untuk sementara tidak diperbolehkan melintasi jalur ini.

“Ini kan jalur uta ma, dimana akan banyak kendaraan pemudik melalui jalan ini. Kalau ada kendaraan ber to nase besar melintas ke sini, oto matis kelancaran lalu lintas akan terhambat. Selain itu, jalan yang baru selesai dibangun ini dik ha watirkan rusak,” katanya. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Iim Ab - dura him didampingi KBO Sat - lantas Iptu Suhendi mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap waspada dalam mengemu dikan kendaraannya dan me ma tuhi tata tertib berlalu lintas.

“Kami minta kepada pengguna jalan, baik yang akan mudik mau pun tidak agar berhati-hati da lam berkendara dan patuhi se ga la peraturan lalu lintas agar ti dak terjadi hal-hal yang tidak diha rap kan,” paparnya. Kepala Badan Pelaksana Ben - cana Daerah (BPBD) Kabupaten Ma jalengka Tatang Rahmat me - nam bahkan, wilayah Kabupaten Majalangka rawan bencana alam, khu sus nya longsor. Pasalnya, sebagian wilayah Majalengka merupakan perbukitan dan pegu nungan. Hingga saat ini saja, sebut dia, telah terjadi 10 kali long sor berskala besar dan kecil di sejumlah titik di Kabupaten Ma ja lengka.

“Longsor skala besar itu tersebar di Kecamatan Le mah - sugih, Bantarujeg, dan Ma lau - sma. Hampir setiap hari ada saja longsor, walaupun skalanya kecil,” ungkap Tatang. Terpisah, Dinas Perhubungan Infor ma tika Komunikasi (Di s - hub-Kominfo) Kabupaten Ma ja - leng ka memasang sejumlah rambu lalu lintas dan beberapa unit closed circuit television (CCTV) di jalur strategis yang akan dilalui pe mudik.

“Pemasangan CCTV ini merupakan implementasi kon sep smart city. Dengan ada - nya alat tersebut akan me mu - dah kan kami mengawasi dan memantau ruas jalan utama, khu susnya yang dilintasi para pemudik,” jelas Kepala Dishub-Ko - min fo Kabupaten Majalengka Yu san to Wibowo, kemarin.

Yudi r sudirman/ ade nurjanah

Berita Lainnya...