Edisi 30-06-2016
Pelayanan Kesehatan Berbasis IT


TEROBOSAN Dedi Mulyadi lainnya bagi masyarakat Purwakarta adalah soal pelayanan kesehatan. Setelah sebelumnya sukses meluncurkan ambulans online, kini untuk melengkapi kebijakan tersebut Pemkab Purwakarta menyiapkan dokter panggilan.

Mereka dapat kapan saja dipanggil datang ke rumah warga untuk memeriksa dan mengobati warga Purwakarta yang sakit. Sama seperti ambulans onlineyang dapat dimamfaatkan melalui aplikasi safety emergency ambulance resque (SEMAR), untuk dokter panggilan ini Pemkab Purwakarta juga membuat aplikasi khusus yang dapat diunduh melalui andoroid atau smartphone. Maka dari itu dokter panggilan tersebut juga dikenal dengan nama dokter online. Untuk memamfaatkan keberadaan dokter onlineini masyarakat cukup mengunduh aplikasi android bernama DRUPADI, yang artinya Dokter Umum Panggilan Darurat Istimewa.

“Jumlah dokter onlineini kurang lebih 10 orang. Jumlahnya bisa ditambah nanti, tapi bertahap,”ungkap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dokter onlinetersebut akan disiagakan selama 24 jam. Kapan saja masyarakat Purwakarta membutuhkan maka mereka akan langsung datang ke rumah pasien. Namun sebelumnya pasien atau keluarganya harus meregistrasi melalui aplikasi DRUPADI yang dapat diunduh melalui smartphone. Setelah operator DRUPADI menerima alamat rumah pasien yang mebutuhkan, maka dokter onlinesiap meluncur ke lokasi atau rumah si pasien.

“Orientasi pembuatan aplikasi tersebut semata bertujuan untuk mendekatkan masyarakat kepada pelayanan kesehatan. Pasien yang membutuhkan pertolongan dokter tidak perlu mengantre di puskesmas atau dokter umum. Mereka cukup membuka aplikasi DRUPADI di smartphonemasing-masing,”tutur kepala daerah yang akrab dipanggil Kang Dedi ini. Kebijakan tersebut, lanjut dia, semata untuk menyempurnakan kebijakan Pemkab Purwakarta dalam bidang kesehatan yang khusus dipersembahkan bagi masyarakat yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Purwakarta saja.

Terlebih hampir lima tahun berjalan, Pemkab Purwakarta meluncurkan Program Purwakarta Istimewa (Jampi). Melalui program kebijakan ini warga Purwakarta bisa berobat gratis di 11 rumah sakit rujukan yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ke-11 rumah sakit tersebut sudah melakukan kerja sama dengan Pemkab Purwakarta sebelumnya. “Program Jampi ini masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit cukup hanya melampirkan kartu tanda penduduk dan keterangan dari pemerintah desa. Dan kemudian mereka bisa berobat gratis,”tutur Kang Dedi.

Namun demikian, terkait aplikasi DRUPADI ini sekarang masih belum diresmikan. Pemkab Purwakarta melalui dinas kesehatan setempat saat ini masih terus menyempurnakan agar kebikan itu bisa sempurna dan berjalan efektif membantu masyarakat Purwakarta.

Didin jalaludin

Berita Lainnya...