Edisi 30-06-2016
Sejuta Gagasan Manjakan Warga Purwakarta


IDE dan gagasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selalu menjadi terobosan baru dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Dia merupakan sosok kreatif dengan sejuta inovasi tanpa batas. Ide dan gagasan Dedi sebenarnya sangatlah sederhana, namun begitu diterapkan mampu memanjakan warga Purwakarta secara menyeluruh.

Beberapa ide dan gagasannya sempat membuat publik tercengang, sebut saja upaya menyulap Kabupaten Purwakarta menjadi wilayah yang diperhitungkan di Tanah Air. Hanya dalam hitungan beberapa tahun, imej Purwakarta sebagai kota pensiun berubah seratus delapan puluh derajat.

Kini Purwakarta menjadi kota bak seorang gadis cantik dengan banyak pemuda yang hendak memersuntingnya. Salah satu yang diubah adalah perwajahan kota dengan membangun berbagai taman. Dedi terus membangun taman-taman kota dengan menekankan aspek estetika. Penekanan terhadap pembangunan taman, karena fasilitas itu sangat penting bagi kehidupan masyarakat Purwakarta. Sebagai kabupaten yang memiliki kawasan industri cukup luas, maka kaum pekerjanya pun sangat banyak. Mereka tidak perlu pergi jauh untuk sekadar melepaskan kepenatan dari aktivitas rutin di pabrik.

Cukup berkeliling di sekitar Jalan KK Singawinata, lokasi keberadaan Taman Sri Baduga dengan air mancur terbesar se-Asia Tenggara, juga Taman Citra Resmi yang dibangun sebagai penanda perjuangan wanita Sunda dan Taman Surawisesa tempat arena kaulinan (permaninan) anak-anak pun berada di sini. Seputaran Jalan Gandanegara sekaligus kompleks kantor Setda Purwakarta pun menjadi bagian yang tidak bisa dilewatkan, karena di jalan ini dibangun empat taman sekaligus, yakni Taman Pancawarna (sebagai simbol kebhinekaan yang terilhami dari Pancasila).

Dinamai Pancawarna karena di area taman ini terdapat lima warna bunga yang menyegarkan mata setiap pengunjung. Taman lainnya, yakni Taman Maya Datar tepat berada di depan Taman Pancawarna. Maya Datar sekaligus menjadi nama Alunalun Purwakarta yang dahulu bernama Alun-alun Kian Santang. Kini Alun-alun Maya Datar menyajikan dua menu taman yang indah, yakni Taman Maya Datar itu sendiri dan Taman Pesanggrahan Padjadjaran. Taman-taman kota dibangun bukan tanpa falsafah. Inilah bagian menariknya, Bupati Dedi Mulyadi merancang tamantaman tersebut tanpa menggunakan satu pun jasa konsultan.

Dia mengaku, semua taman ini dibangun semata-mata berdasarkan kontemplasi atas kondisi riil di masyarakat. Mereka membutuhkan ruang publik untuk interaksi sekaligus rekreasi guna menghilangkan kepenatan aktivitas sehari-hari. “Saya sering membayangkan sepertinya ini bagus kalau ada kolam, kalau ada jembatan yang diiringi gemericik air, bungabunga ditanam dengan gradasi warna yang menyejukan mata. Kalau mata sudah sejuk itu bisa tembus menelusup ke dalam hati dan perasaan. Implikasinya tingkat stres menurun seketika,” ungkap Dedi menjelaskan tujuan pembangunan tamantaman tersebut.

Dia pun menegaskan tidak sekadar berhenti pada aspek kegunaan taman untuk ruang publik dan rekreasi. Menurut dia, unsur edukasi menjadi orientasi utama segenap pembangunan yang dia lakukan. Dia sempat menjelaskan Taman Pancawarna mengajarkan kebhinekaan bangsa Indonesia karena diilhami dari Nilai-nilai luhur Pancasila yang berisi semangat toleransi kebangsaan. “Warna bunga dan tanamannya banyak di taman ini. Bukankah warna kepercayaan, keberagaman, pandangan tentang kebangsaan pun banyak di negeri ini. Saya ingin warga Purwakarta memahami ini sehingga dapat saling hormat menghormati perbedaan dalam kehidupan mereka,” terang Dedi.

Area Taman Pesanggrahan Padjadjaran, terang Dedi, rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo ini. Jembatan yang menyambungkan sisi selatan dan utara taman ini dia namakan Jembatan Pancasila dan Jembatan Pancaniti. “Kami semua mengetahui silasila dalam Pancasila toh. Nah kalau Pancaniti ini Ikhtiar manusia untuk menapaki satu per satu tangga Pancasila itu sehingga terwujud keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa. Sehingga kalau pun ada masyarakat yang selfie disini, selfie-nya bukan selfie lebay tetapi selfiePancasilais,” ujarnya menambahkan.

Saat ditanya taman mana saja yang menjadi favorit kunjungan warga Purwakarta dan sekitarnya, Dedi menjawab, Taman Sri Baduga masih menempati ranking pertama kunjungan terbanyak. Dia menuturkan hal itu disebabkan karena di dalam taman tersebut terdapat Air Mancur terbesar se-Asia Tenggara. Setiap akhir pekan taman ini menjadi destinasi wisata utama bagi warga Purwakarta bahkan Jawa Barat dan Indonesia.

“Saya memiliki target tiga juta wisatawan untuk berkunjung ke seluruh lokasi wisata di Purwakarta, setelah saya perhatikan perkembangan beberapa bulan ini saya malah memprediksi ini akan melampaui target. Setiap malam minggu Purwakarta menjadi lautan manusia,” pungkas Dedi.

Didin jalaludin



Berita Lainnya...