Edisi 30-06-2016
Tak Beri THR Perusahaan Diancam Sanksi


BANDUNG– Sebanyak 200 petugas pengawas ketenagakerjaan akan menyisir perusahaan-perusahaan di Jawa Barat untuk memantau pemberian tunjangan hari raya (THR) Lebaran tahun ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Ta hun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pe rusahaan wajib mem ba yar k - an THR paling lambat H-7 Le - bar an. Jika melanggar, pe ru sa - haan akan dikenakan sanksi mu lai dari administrasi hingga la rangan beroperasi. “Sekarang petugas terus me - mantau. Sebelum H-7 (pem ba - yar an THR) harus sudah se le - sai,” kata Wakil Gubernur Jawa Ba rat Deddy Mizwar saat mel a - ku kan sidak THR ke pabrik ga r - men di kawasan Jalan Soe kar - no-Hatta, kemarin.

Deddy menungkapkan pro - ses pembayaran THR di Jawa Barat berjalan baik karena sampai H-7 Lebaran kemarin baru satu perusahaan di Ka bu - paten Subang yang dilaporkan ti dak mampu meberikan THR ke pada karyawannya karena mau bangkrut. Oleh karena itu, Deddy me - minta buruh dan karyawan ak - tif melapor jika perusahaan tem pat bekerjanya tidak patuh da lam pembayaran THR.

“Pe r - usa haan yang tidak membe - rikan THR akan di sanksi, mulai den da lima persen hingga peng - hen tian kegiatan,” tandasnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Ja - bar Ferry Sofwan menuturkan, pe merintah harus mengawasi pemberian THR. Sebab tidak semua perusahaan memiliki kar yawan yang aktif dalam me - ngadukan persoalan terkait THR. “Harus ada pemantauan. Bi sa saja karyawannya tak me - nga du,” ucapnya.

Selain terdapat petugas pe - ngawas ketenagakerjaan yang ak an menyisir perusahaan, Dis - na ker juga akan pun membuka pos ko pengaduan THR di setiap kantor Disnaker ka bu pa ten/ - ko ta sejak H-17 Lebaran. Menurutnya pengawasan THR ini cukup berat mengingat ba nyaknya perusahaan di Ja - bar. Selain itu, sering terjadi ke - se pakatan antara perusahaan deng an karyawan sehingga di - ra sa tidak perlu dilaporkan ke Dis naker. Terpisah Dinas Sosial, Te na - ga Kerja dan Transmigrasi (Din - sos nakertrans) Kabupaten Ci - amis menekankan kepada se - mua perusahaan untuk segera mem bayarkan THR paling lam - bat Jumat (30/6).

Kabid Tenaga Kerja Din so s - na kertrans Ciamis Darwan me - nga takan pihaknya akan terus me monitoring dan mengecek se tiap perusahaan agar segera mem bayarkan THR. Bagi pe ru - sa haan yang tidak mem ba yar - kan sesuai batas maksimal maka akan dikenakan sanksi berupa teguran. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dis - koperindag terkait dengan perizinan perusahaan tersebut. Berdasarkan pemantauan pi haknya 80% perusahaan di Ka bupaten Ciamis sudah mem - bayarkan THR.Bagi yang belum ag ar segera dicairkan agar para bu ruh bisa memenuhi ke bu tuh - an menjelang lebaran.

“P e ru sa - h a an harus memperhatikan pa - ra pekerjanya termasuk mem - be rikan THR,” ujarnya. Sementara di Sukabumi se - bagian besar perusahaan belum memberikan THR. Ber da sar - kan laporan baru sekitar 15 pe - ru sahaan yang sudah mem ba - yar kan THR sedangakan sisa - nya sebanyak 1.101 pe ru sa ha - an kecil dan besar belum mem - be rikan THR. Kabid Pengawasan Ke te na - ga kerjaan Disnakertrans Ka bu - pa ten Sukabumi Dedi Supriadi me ngatakan, sejauh ini belum ada masalah terkait pem ba yar - an THR untuk karyawan pe ru - sa haan di Kabupaten Su ka bu - mi. Apalagi jatuh tempo peb a - yar an itu sampai Kamis (30/6).

“Mes kipun besok (hari ini) ja - tuh temponya, namun se jum - lah perusahaan sudah mulai memberikannya,” ucapnya. Oleh karena itu Di s na ker - trans baru akan memantau ter - kait pembayaran THR dari pe - ru sahaan kepada karyawannya. Sebab kamis ini merupakan kewajiban perusahaan mem ba - yar THR. Apabila ada ke te r lam batan memberikan THR tidak men - jadi masalah, asalkan su dah ada kesepakatan dengan kar yawan itu sendiri. Namun, ketika THRnya tidak diberikan tentu itu ada sanksi. “Kalau ke - terlambatan tidak jadi masalah selama karyawannya tidak keberatan,” ungkapnya.

Mochamad solehudin/ dadang hermansyah/ fajar sidik supriadi



Berita Lainnya...