Edisi 30-06-2016
Perhatikan Etika Batuk dan Bersin


Dalam kehidupan seharihari, tanpa sadar sering ditemukan orang batuk dan bersin di sembarang tempat tanpa menutup mulutnya. Padahal, hal sepele tersebut bisa mengganggu orang di sekitar dan dapat menularkan penyakit yang disebabkan bakteri, termasuk Tuberculosis (TBC).

Karena itu, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dr R Lia Iswara SpMK (K), menyarankan agar setiap orang memperhatikan etika ketika batuk dan bersin. Ketika batuk dan bersin usahakan menutup mulut menggunakan tisu, sapu tangan atau masker.

“Kalau misalnya tidak ada tisu atau sapu tangan dan masker, tutuplah mulut dengan ujung siku. Jangan pernah menutup mulut dengan telapak tangan. Itulah etika batuk dan bersin yang benar,” kata Ketua Departemen/SMF Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara RSUP Haji Adam Malik Medan ini kepada KORAN SINDO MEDAN , belum lama ini.

Dia menjelaskan, apabila seseorang menutup mulutnya dengan telapak tangan saat batuk, bisa saja bakteri singgah di tangan. Selanjutnya, menyebar terhadap benda yang dipegangnya, termasuk ketika bersalaman dengan orang lain. Sangat jarang orang yang setelah batuk dengan menutup mulut dengan tangan langsung cuci tangannya. Menurut dia, penularan penyakit yang rentan melalui pernafasan adalah TBC.

Sebab, bibit kuman TBC akan dengan mudah menyebar kepada orang di sekitarnya. Karena itu, dia berharap masyarakat melaksanakan etika batuk dan bersin yang baik untuk pencegahan penularan penyakit melalui pernafasan.

“Tidak semua orang terkena percikan kuman TBC langsung penderita TBC. Biasanya 90% sembuh jika kuman tidak banyak dan daya tahan tubuhnya kuat. Sekitar 10% melalui pernapasan tersebut akan jatuh menderita TBC jika daya tahan tubuhnya menurun dan jumlah bakterinya banyak,” tandasnya.

irwan siregar

Berita Lainnya...