Edisi 30-06-2016
Tugas di Sumut Serasa Pulang Kampung


Maroloan J Baringbing kini memegang tampuk kepemimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut).

Tugas di Sumut merupakan yang pertama kalinya dijalani Maroloan. Meski pria asal Sumut, Maroloan banyak menghabiskan kariernya di luar Sumut. “Jadi, saya baru kali ini tugas di Sumut. Tugas di Sumut ini serasa pulang kampung, tentu saya akan memberikan yang terbaik buat kampung halaman,” kata Maroloan kepada wartawan, baru-baru ini. Sejatinya, Maroloan memang baru menjabat sebagai Kepala Kanwil KemenkumhamSumut sejak awal Juni lalu.

Menurutnya, tugas di Sumut bukanlah hal yang mudah dan tak bisa dianggap enteng. Apalagi Kanwil KemenkumhamSumut kerap menjadi pusat perhatian karena banyaknya permasalahan-permasalahan di rutan maupun lapas di daerah ini.

“Tugas ini tantangan baru yang sangat besar sebenarnya. Seperti kita ketahui, karakteristik Sumut ini berbeda dari yang lainnya. Mungkin semua sudah tahu bagaimana lapas di Sumut rusuh dan dibakar, ratusan orang kabur. Kemudian temuan narkoba di dalam lapas sampai terlibatnya petugas, ini tantangan berat buat saya untuk meminimalisasi pelanggaran-pelanggaran yang ada,” kata pria kelahiran Balige ini.

Terlebih, kata Maroloan, pindah tugas ke Sumut saat hendak memasuki bulan Ramadan. Sebab, kerusuhan di lapas dahulu terjadi pada bulan puasa. Dia pun harus kerja ekstra di awal kepindahannya untuk mengantisipasi terjadi keributan lagi. Tak jarang Maroloan harus kerja sampai malam untuk memastikan keamanan di lapas dan rutan yang ada di Sumut.

Menurutnya, tugas di Sumut saat ini membuatnya harus lebih bekerja keras hingga berpuluh kali lipat dari sebelumnya. Hal itu tak lepas dari ancaman keamanan di dalam lapas dan rutan di Sumut yang tinggi. Dia tidak mau kecolongan dengan terjadinya keributan di dalam lapas lagi.

“Saya pun harus beradaptasi bertugas di sini. Sebab, sudah pasti akan mendapatkan tugas dan tantangan lebih besar dari sebelumnya. Jadi, bagi seorang abdi negara harus bisa mengatasi semua persoalan yang ada,” kata mantan Kepala Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri Kemenkumham ini.

Meski dihadapkan dengan tugas-tugas berat, namun bagi Maroloan Sumut tetaplah sebagai kampung halamannya yang tak perlu ditakuti. Dia yang tumbuh besar di Sumut sudah mengetahui karakter masyarakat di daerah ini. Jadi, dia pun akan bisa menyesuaikan diri di tempatnya bertugas dengan baik.

“Ancaman tugas di Sumut memang sangat besar. Namun, sebagai putra daerah tentu saya akan bisa mengatasi semua persoalan-persoalan ini. Jika tugas sebelumnya memang masih bisa tidur lebih nyenyak, mungkin sekarang berkurang,” tandasnya sambil tertawa.

PANGGABEAN HASIBUAN Medan

Berita Lainnya...