Edisi 30-06-2016
Pemadaman Listrik Terus Dikeluhkan


PALEMBANG–Janji PT PLN (Persero) yang memastikan tidak ada pemadaman listrik saat bulan Ramadan, ternyata belum terpenuhi.

Buktinya, sejumlah pelanggan ma - sih mengeluhkan pema da - man dalam beberapa hari ter - akhir ini. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumsel Indra Zuardi mengatakan, laporan keluhan pelanggan terhadap pemadaman listrik memang termasuk tinggi. Pelayanan dari perusahaan negara teru - tama saat masyarakat men ja - lankan puasa atau hingga menjelang Lebaran, harusnya dioptimalkan.

“Jika masih padam, tentu PLN belum sanggup mem beri - kan pelayanan yang baik bagi pelanggannya. PLN belum mampu mensikapi kebutuhan konsumsen yang meng in g in - kan listrik tetap menyala, teru - tama disaat beribadah,” uja r - nya kepada KORAN SINDO PALEMBANG, kemarin.

Menurutnya, PLN belum memiliki antisipasi yang cepat terhadap kerusakan. Selain itu, pemadaman dalam waktu yang lama sebaiknya dii nfor - masikan dengan segera kepada masyarakat yang menjadi pelanggan PLN. Sehingga pe - madaman dapat diantisipasi dengan cepat. “Intinya sederhana, ma - syarakat tidak ingin listrik pa - dam. Jika padam, hendaknya diberitahukan. Dan jika padam karena post major harusnya diantisipasi dan dapat ditang - gulangidengancepat,” ucap nya.

Kondisi darurat (force ma - jor), kata Indra, juga memiliki kategori tersendiri. Seperti gangguan listrik yang cukup lama akibat bencana alam atau lainnya. Selain itu, gangguan dalam waktu yang lama juga disertai dengan penang gu - langan yang lebih cepat dari PT PLN (Persero). “PLN b elum siap menjawab hak pelanggan. Ombudsman menaruh perhatian agar PLN juga mengendepankan pela ya - nan dengan baik. Terakhir yang mengecewakan juga saat pelaksanaan UN di salah satu sekolah di Palembang. Hal-hal ini sebenarnya sangat me ru - gikan,” ujarnya.

Keluhan pemadaman di - uta rakan warga Sukarami, Ishak, 34. Pemadaman terjadi di pemukimannya terjadi Se - lasa (28/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, kegiatan iba - dah di masjid di dekat ru - mahnya terganggu. Menurutnya, PLN belum berhasil memberikan pela - yanan terbaik pada pelanggan selama bulan Ramadan.

“Ka ta - nya tidak ada pemadaman selama puasa, buktinya masih ada listrik yang padam. Jika PLN berjanji tidak ada pe ma - daman, namanya itu hanya janji saja,” katanya. Keluhan yang sama disam - paikan warga Sei Pinang, Idrom, 36, dia mengatakan, lis - trik padam di rumahnya ber - langsung lebih dari dua jam.

Pemadaman listrik yang terjadi di waktu menjelang ma - kan sahur sangat menanggu dan tidak membuat nyaman. “Kecewa sekali, listrik pa - dam di malam dan siang hari. Malam sudah padam, siang juga padam. Padahal, katanya bakal tidak ada pemadaman lagi,” ucapnya.

Dia berharap PLN dapat memberikan pelayanan bagi pelanggan dengan maksimal. Pemadaman di saat bulan puasa, apalagi menjelang Leb a - ran, membuat pelanggan me - rasa tidak mendapatkan pe la - yanan terbaik dari perusahaan penyedia listrik tersebut. “Setiap tahun listrik padam disaat berpuasa. Nampaknya, permasalahan listrik ini tidak ditanggulangi dengan cepat, seperti halnya upaya perce pa - tan pembangunan yang men - jadi jargon pemerintah,” ka ta - nya.

Menanggapi keluhan ini, Deputi Manajer Hukum dan Hu mas PLN WS2JB Lilik He n - dro Purnomo mengatakan, pe - madaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir aki - bat gangguan teknis. Dijelaskan dia, pema da - man yang dilakukan guna pemeliharaan berkala dan akan diberitahukan terdahulu bagi pelanggan. Biasanya, pe - m a daman yang terjadi dengan tidak terencana memang mem butuhkan perbaikan dengan waktu pengerjaan yang sulit diprediksi.

“Istilah padam dan pema - daman berbeda. Jika pema - daman, itu direncanakan PLN, misalnya pengerjaan peme - liharaan pada titik tertentu. Namun jika padam akibat gang guan tertentu, benarbenar terjadi tanpa diren - canakan dan itu butuh waktu pengerjaan,” katanya.

tasmalinda

Berita Lainnya...