Edisi 30-06-2016
Polisi Sita 1 Kg Sabu


PALEMBANG- Untuk kesekian kalinya aparat Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel, kembali menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 1 kilogram (kg) sabu.

Barang bukti tersebut di amankan petugas dari tersangka Ervan alias King, 41, yang me ru pakan seorang bandar yang ada di kawasan Desa Serdang Menang, Kecamatan SP Padang, Ka bupaten OKI. Direktur Reserse Narkoba Polda Sum sel, Kombes Pol Irawan David Syah me ngatakan, penang - ka pan bermula dari adanya laporan terkait maraknya pere da ran nar - ko ba di beberapa daerah di Sumsel, salah satunya di SP Padang, OKI.

Dari situ, petugas melakukan pe - nyelidikan dan mengantongi ciriciri tersangka dan menetapkan sebagai target operasi (TO). Dua bulan lamanya me la ku - kan peng intaian, polisi ak hir nya melakukan peng gerebekan di kediaman tersangka. Pe nang - kapan terhadap tersangka tidak berlangsung mudah. Pa sal nya, saat itu petugas sempat di ke - pung oleh warga sekitar lan ta ran tersangka King men co ba mem - provokasi masyara kat dengan menabuh kento ngan meng gu - nakan parang.

“Dua pelaku inisial ADM dan KW berhasil melarikan diri, karena warga sempat terpro vo kasi. Momen ketegangan itu dimanfaatkan dua pelaku ka bur,” kata Irawan, saat gelar per kara, kemarin. Menurut Irawan, sebelum penangkapan, polisi sempat me mancing tersangka dengan melakukan undercover buy. “Setelah dua kali transaksi, yang ketiga kita memesan satu kilo - gram dan tersangka menyang - gupi. Waktu tersangka datang bersama sabu langsung kita tangkap,” terangnya.

Dikatakannya, satu kilo gram itu merupakan kelas ting gi dan diduga berasal dari Me dan, Su - mut. “Di Medan ada ban dar nar - koba yang ditangkap dan me mi - liki jenis barang yang sama. Ke - mungkinan mereka ini sind i kat peredaran di Sumatra,” tam bah - nya. Atas perb uatan nya, King diancam dengan Pasal 112-114 Undang-Undang Nar koba de - ngan ancaman hu ku man mati.

Sementara itu, tersangka King mengaku sudah tiga kali menjual sabu. Sabu itu sendiri, kata tersangka, didapat dari ban dar bernama KW (masih buron). “Saya hanya disuruh oleh KW untuk menjual barang tersebut pak,” katanya.

adi haryanto

Berita Lainnya...