Edisi 30-06-2016
Surat Lurah Minta THR Beredar


PALEMBANG–Warga Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, sejak dua hari terakhir dibikin heboh dengan beredarnya surat Lurah 24 Ilir dan jajaran meminta tunjangan hari raya (THR) ke warga.

Surat yang tidak bernomor itu berisikan keinginan pihak ke - lurahan agar masyarakat mem - be rikan THR kepada pekerja di Kelurahan 24 Ilir. Bahkan, surat yang bertanda tangan mirip tan da tangan Lurah 24 Ilir itu juga menjelaskan jumlah peker - ja yang berhak mendapatkan THR di kelurahan tersebut s e - ba nyak 15 orang. Namun saat dicermati, surat yang tak beralamatkan yang ditujukan pada nama/instansi tententu itupun tercetak sangat kabur.

Salah satu warga yang me - minta namanya tidak dise but - kan mengatakan, dia men da - pat kan surat itu dari seseorang yang mengaku dari Lurah 24 Ilir. Sehingga, dia mem per ta nya - kan apakah benar surat ber tan - da tangan dan bercap berasal dari pihak kelurahan memang ditujukan pada dirinya.

“Saya ini bingung men da - pat kan surat ini. Mengapa pe - merintah malah meminta THR, apakah warga juga berke wa - jiban memberikan THR pada pegawai kelurahan. Padahal, pegawai kelurahan sudah men - dapatkan gaji dan tunjangan dari negara, lalu mengapa harus meminta dari masyarakat,” ungkapnya kemarin.

Berbekal informasi warga tersebut, KORAN SINDO PA - LEM BANG kembali mencari tahu lagi pada warga lainnya. Ir, pemilik toko di kawasan itu me - ngatakan, dia tidak men da pat - kan surat yang dimaksud. Nampaknya, surat edaran hanya diberikan pada wargawarga tertentu.

Saat dikonfirmasi hal ini, Lurah 24 Ilir Firdaus Putra mengaku baru mengetahui me ngenai surat edaran terse - but hari ini (kemarin). Dia mengaku tidak mengetahui adanya surat ini beredar di masyarakat, atau media sosial lainnya. Dia menolak jika pihaknya membuat surat itu untuk keperluan meminta THR pada masyarakat. “Saya rasa surat itu palsu. Isinya mengatakan jumlah pegawai 15 orang, padahal hanya 12 orang.

Ber - status PNS delapan orang dan honorer empat orang. Tidak sesuai ini surat dengan ke - nyataannya, meng in di ka si - kan bahwa surat itu palsu,” ka - ta Firdaus. Meski mengatakan jika surat itu merupakan surat palsu, mantan lurah di tiga lokasi kelurahan dalam Kota Palembang ini membenarkan jika tanda tangan di surat itu memangmiriptanda tangan nya. Malah, nama yang dibuat juga merupakan nama dengan nomor induk kepega waian - nya. “Namun selama ini saya tidak pernah menandatangi surat sejenis itu,” ujarnya.

Sehingga, dia memastikan jika surat yang beredar di masyarakat tersebut me rupa - kan surat palsu. Indikasi lain - nya, surat tersebut tidak ter - tuju pada seseorang dengan nama dan alamat yang jelas. “Bisa saja, tanda tangan saya di-scan atau dikopi,” katanya.

Sehingga dia berpesan agar masyarakat Kelurahan 24 Ilir dan sekitarnya tidak menin - dak lanjuti surat dengan ke - inginanmemintaTHRter se but. Masyarakat tidak perlu memberikan apapun, baik uang atau bingkisan pada pe - gawai kelurahan karena bukan merupakan haknya.

Ma sya - rakat dapat juga mem per ta - nyakan mengenai bere darnya surat tersebut langsung ke pa - da pihak kelurahan. “Masya - rakatnya jangan mudah per caya danjanganmausaja mem berikan uangnya,” ujar nya.

tasmalinda

Berita Lainnya...