Edisi 30-06-2016
BLH Tak Maksimal Tangani Limbah


SIDOARJO – Penanganan pencemaran yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) bisa dikatakan kurang maksimal. Pasalnya, selama ini masih kekurangan personel pengawas lingkungan.

BLH tidak memiliki pegawai lengkap untuk terjun ke lapangan. Saat ini petugas yang dimiliki BLH belum bisa mengakomodasi serta meninjau langsung kondisi lingkungan tercemar.

Kepala BLH Sidoarjo Siswojo mengatakan tidak bisa menyeluruh mengawasi dan memeriksa lingkungan. “Kami keterbatasan personel. Masih butuh sekitar 10-15 pegawai lagi untuk keperluan pengawasan lingkungan,” katanya.

Siswojo menambahkan, secara geografis Sidoarjo memiliki aliran sungai yang panjang. Terlebih jumlah perusahaan banyak limbahnya diduga menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Jumlah pengawas lapangan yang dimiliki BLH hanya enam orang.

Padahal tugasnya mengawasi 18 kecamatan. Hal ini menghambat kinerja BLH dalam menangani pencemaran lingkungan. “Paling tidak ada pengawas lingkungan di tiap kecamatan,” kata Siswojo.

Petugas lapangan yang dibutuhkan nanti akan menyisir dan memeriksa lebih detil tentang kondisi air diduga karena tercemar. Petugas juga bisa mengecek asal dan jenis limbah yang mencemari lingkungan.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sidoarjo itu menjelaskan, selama ini pencemaran sungai tidak hanya berasaldari limbahpabrik. Akan tetapi, juga bisa berasal dari limbah rumah tangga yang juga bisa memengaruhi kondisi air.

Ditanya kapan akan menambah pegawai pengawas lingkungan? Siswojo mengaku pihaknya sudah mengajukan penambahan ke dinas terkait. “Kami sudah dua tahun ini mengajukan penambahan pegawai pengawas lingkungan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” katanya.

Siswojo menambahkan, pihaknya dijanjikan akan ada penambahan pengawas lingkungan tahun depan. “Kalau tiap kecamatan ada pengawas lingkungan minimal tiga orang.

Penanganan limbah akan maksimal,” katanya. Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Wisnu Pradono mengatakan jika tidak hanya BLH yang kekurangan personel. Satpol PP dan beberapa instansi lainnya juga kekurangan personel.

Selama ini kekurangan personel dijadikan alasan menurunnya kinerja di instansi. “Kalau personelnya sudah ditambah, tapi kinerjanya masih tetap, ya itu berarti memang SDM-nya,” kata Wisnu.

Karena itu, pihaknya berharap agar instansi yang membutuhkan personel segera ditambah. Karena paling tidak kekurangan pegawai bisa dipenuhi tahun 2017.

abdul rouf

Berita Lainnya...