Edisi 30-06-2016
Buang Sampah Bisa Didenda Rp10 Juta


MEDAN– Sanksi berupa denda Rp10 juta dan kurungan penjara paling lama tiga bulan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Sampah akan diterapkan di Kota Medan.

Namun, perda itu masih dianggap sangat ringan bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu, mengungkapkan, seharusnya ada sanksi yang lebih tegas lagi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Soalnya, sampai saat ini masih ada saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Bahkan, Burhanuddin sendiri sering melihat warga membuang sampah dari dalam mobilnya saat melintasi suatu kawasan. “Dengan enaknya dia membuang kulit rambutan dari dalam mobilnya melalui jendela mobilnya dan menganggap seolaholah jalan raya itu tong sampah raksasa. Harusnya hal-hal kecil seperti ini tidak lagi terjadi. Makanya, kalau bisa sanksi dari Perda Nomor 6 Tahun 2015 itu dipertegas lagi,” paparnya di ruang kerjanya, Rabu (29/6).

Menurut Burhanuddin, sebenarnya masyarakat tidakperlu khawatir dengan adanya sanksi tersebut apabila masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan. Bahkan malah sebaliknya, sebesar apa pun denda yang akan dijadikan sanksi bagi yang melanggar perda tidak akan berpengaruh apa pun kepada masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan.

“Sebagai kota metropolitan, seharusnya masyarakatnya sadar bahwa kebersihan langkah menuju kota metropolitan. Kebersihan sudah menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut menjaga kebersihan,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin, mengungkapkan, sebelum menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 2016 itu, Pemko Medan terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi. Direncanakan, sosialisasi itu akan dilakukan usai Idul Fitri. “Insya Allah setelah Lebaran ini kami akan menyosialisasikan Perda Sampah ini, berikut juga sanksinya. Masyarakat harus tahu bahwa sudah ada aturan dan sanksi bagi orang yang membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Dzulmi Eldin menambahkan, munculnya Perda Nomor 6 Tahun 2015 tersebut dikarenakan minimnya rasa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Eldin pun mengakui bahwa produksi sampah di Kota Medan semakin tinggi. “Jadwal petugas Dinas Kebersihan mengutip sampah ke rumahrumah warga kan sudah ada. Maunya, di saat petugas datang, masyarakat sudah standby dengan sampahnya. Jadi, petugas kebersihan tinggal mengangkutnya saja,” ujarnya.

Kepal Dinas Kebersihan Kota Medan, Endar Sutan Lubis, mengungkapkan, untuk memaksimalkan pengutipan sampah di rumah-rumah warga, Dinas Kebersihan membutuhkan lebih banyak lagi becak sampah. Soalnya, selama ini Dinas Kebersihan Kota Medan baru memiliki 109 becak sampah.

“Umumnya, becak-becak sampah yang beroperasi di Kota Medan ini berasal dari bantuan BUMN dan sisanya, sebanyak 50 becak dianggarkan dari APBD Kota Medan. Ke depan, kami mau becak sampah ini diperbanyak agar layanan kebersihan ke rumah-rumah warga dapat ditingkatkan,” ujarnya.

dicky irawan

Berita Lainnya...