Edisi 30-06-2016
Layanan Prima Konsultasi Bisnis dan Permodalan


TIGA orang staf pendamping yang bertugas di enam titik wilayah pelayanan (WP) memiliki tugas khusus untuk melayani penyediaan berbagai kebutuhan dan memberikan saran atas persoalan yang dialami para pelaku UMKM.

Layanan prima tim pendamping meliputi informasi, konsultasi bisnis, pelatihan, advokasi, akses pemasaran, dan akses permodalan. Layanan prima tersebut terus dilakukan secara berjenjang hingga pada tingkat kabupaten bila tim pendamping di eks wilayah karesidenan tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi UMKM.

Tim pendamping bakal memberikan arahan bagaimana cara penyelesaian persoalan yang secara teknis ditangani masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi.

”Jika pendamping di WP tidak bisa melayani persoalan product packaging misalnya, kami arahkan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Demikian juga pada persoalan permodalan, para pelaku UMKM akan difasilitasi untuk mengakses perbankan supaya bisa mendapatkan bantuan dana bergulir dan kredit usaha rakyat (KUR),” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan Henis Widiyanto.

Dalam hal pemasaran, kata Henis, para pelaku UMKM diarahkan untuk menembus pasar melalui akses global jaringan internet. Dukungan ini telah disediakan tim pendamping yang telah membuka website khusus untuk akses pemasaran UMKM.

Dengan demikian para pelaku UMKM tak perlu repot-repot membuka pasar yang selama ini dilakukan dengan sistem konvensional. Hadirnya kampung digital di yang tahap awal dikembangkan di kawasan Sentra UKM Kecamatan Bangil akan mendukung pengembangan UMKM pada jalur tanpa batas.

Program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada tata kelola pemerintahan (e-goverment ) akuntabel ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjadi solusi persoalan di masa mendatang.

Saat ini, lanjut Henis, tim pendamping di enam WP sedang mengidentifikasi dan inventarisasi UMKM yang baru tumbuh. Beberapa di antaranya lima jenis UMKM pada desa yang ditetapkan sebagai Desa Maslahat dan lima jenis UMKM di luar Desa Maslahat.

”Para pelaku UMKM yang baru tumbuh ini akan dilatih dalam hal keterampilan hingga pada manajemen usaha. Sehingga para pelaku UMKM ini diharapkan menjadi mandiri dan berkembang,” tandas Henis.

Arie Yoenanto

Berita Lainnya...