Edisi 30-06-2016
Nikmatnya Bersantap Kelan Sembilang di Tengah Tambak


Kuliner favorit tak selalu berada di tengah kota. Banyak pula yang jauh dari keramaian dan bisingnya kota.

Bagi pencinta kuliner sejati, jauhnya jarak dan sulitnya medan yang ditempuh bukanlah masalah.

Karena kenikmatan rasa kuliner yang akan disantap siap membayar semuanya. ari sekian banyak tempat kuliner di pinggiran Gresik, Warung Sembilang Mengare adalah salah satu yang paling dicari.

Warung milik Pak Kasan itu berada jauh di pinggir kota, tepatnya di tengah ribuan hektare tambak. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari Kota Gresik menuju Kecamatan Bungah.

Sebelum masuk Jembatan Sembayat, belok kanan dengan tanda gapura Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar. Para pencinta kuliner dapat mengikuti jalan yang ber-paving stone .

Meski jalan bergelombang namun tetap nyaman karena sisi kanan dan kiri jalan ditumbuhi pepohonan dan rumput hijau yang menyejukkan mata. Suara aliran air Sungai Karangrejo menambah indahnya suasana perjalanan.

Tak lebih dari 15 menit, tepatnya sebelum jembatan arah Pulau Mengare, para pencinta kuliner sudah menemukan Warung Sembilang Mengare. Memang tak ada penunjuk arah ke warung ini. Tapi inilah satu-satunya warung yang berdiri di kawasan bantaran Bengawan Solo tersebut. Tempatnya sangat jauh dari kesan mewah, hanya terbuat dari paduan kayu dan pohon bambu.

Mirip warung kopi dengan enam buah amben (bale-bale dari bambu). Satu amben di sisi kanan, satu lainnya di bagian depan, dan empat sisanya di bagian kiri. Amben-amben tersebut dipadu dengan joglo sehingga mengesankan kuat sebagai gubuk di tengah sawah dan tambak.

Ditemani semilir angin yang mengajak cabang-cabang pohon rindang untuk menari, wisata kuliner Anda dijamin sempurna. Rasanya tak heran bila warung sederhana banyak memiliki pelanggan.

Mereka datang dari hampir semua wilayah Jawa Timur. Mereka datang biasanya satu paket dengan wisata Pantai Delegan dan Wisata Bahari Lamongan (WBL) atau wisata memancing Mengare.

“Ya, banyak pelanggan kami. Mulai dari tukang pancing sampai pejabat. Bahkan, Pak Bupati (Sambari Halim Radianto) sering datang makan bersama keluarga,” tutur Bu Kasan sambil mengupas bawang.

Satu-satunya menu andalan Warung Sembilang Mengare sebenarnya hanya kelan atau kuah kuning ikan Sembilang. Tidak ada menu lain. Disajikan dengan mangkuk terpisah dari nasi dengan tambahan bawang.

Satu porsi menu kelan sembilang harganya Rp17.000 dan menu kepala sembilang harrganya antara Rp25.000 hingga Rp45.000, bergantung besar kecilnya ukuran.

“Kalau besar bisanya Rp45.000 dan paling kepala kecil Rp25.000. Menu kepala ini yang menjadi rebutan,” ujar Zainul, anak Kasan. Selain rasa rasa kunyit yang dominan, menu ikan sembilang juga terasa kecut dan pedas. Segelas es jeruk atau es teh manis siap menemani santap Anda.

Tak lama setelah memesan, seluruh sajian tersebut segera siap di atas amben dengan pemandangan luas tambak dan sawah. “Kalau menurut saya sih, rasanya memang berbeda dengan rumah makan sembilang lain.

Cuma di Warung Sembilang Mengare yang bersuasana tambak sehingga menambah nafsu makan,” ujar Anto, 32, warga Malang, salah satupelanggan yang mengaku selalu mampir ke warung ini bila mengunjungi Gresik.

Saking terkenalnya menu ikan sembilang di warung ini, sedikit telat Anda dijamin tak akan kebagian karena seluruh ikan sudah ludes dibeli. Kecuali Jumat, Warung Sembilang Mengare buka setiap hari sekitar pukul 09.00. Namun jangan harap bisa terlayani bila tak lebih dulu datang.

Sebab mendekati jam 12.00 warung ini sudah kehabisan stok ikan. Setiap hari warung milik Kasan ini menghabiskan 25-40 kilogram ikan sembilang. Bahkan pada hari Minggu jumlahnya mencapai satu kuintal, itu pun masih harus menolak pembeli.

Maka itu si empunya warung menyediakan nomor telepon di depan warungnya bagi pemesan. “Kalau dari jauh biasanya telepon dulu biar tidak kehabisan.

Kalau untuk pesan bungkus dalam jumlah besar juga harus pesan telepon dua hari sebelumnya,” aku Zainul. Penasaran? Rasanya tak salah mencoba menu kelan kuning ikan sembilang ini bersama keluarga dalam suasana Lebaran.

ashadi ik

Berita Lainnya...