Edisi 30-06-2016
Pendekar yang Terjun ke Dunia Asuransi


Profesi seseorang sering kali tidak ada kaitan langsung dengan latar belakang pendidikan.

Ini adalah salah satu kebesaran Tuhan, bahwa rezeki adalah kuasa-Nya. Dulu kuliah di Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga Surabaya.

Aktif di kegiatan pencak silat, bahkan sempat menjadi anggota sebuah teater. Kini malah menduduki jabatan sebagai Brand Manager PT Asuransi Umum Bumida 1967 Surabaya. Dia adalah Nuris Yusuf Laksono.

Apakabar?

Alhamdulillah baik, sehat selalu dan tetap bekerja keras hehehe.

Kabarnya, Anda dulu kuliah di jurusan sejarah. Lalu kini menggeluti dunia asuransi. Itu bagaimana ceritanya?

Asal mula.?koyo cerita rakyat ae rek, asal mula Gunung Kendil. hahaha. Awal mula kerja sebanarnya itu yakarena pengen kerja saja. Dari pada menganggur.

Dulu cita-cita saya itu ingin menjadi guru. Saya mau meneruskan profesi ibu. Tapi kok ”terjebak” di dunia asuransi.

Trus, bagaimana Anda bisa ”terjebak”?

Jadi ceritane ngene. Dulu di Kampus B Unair Jalan Airlangga, itu ada bangunan IALF atau apa ya? saya lupa namanya.

Sekarang sudah dibongkar dan jadi bangunan apa itu bertingkat tapi belum jadi. Nah, di sana ada pengumuman penerimaan management trainee di perusahaan asuransi nasional untuk segala jurusan semua disiplin ilmu dari PT Bumiputeramuda 1967.

Yo wis,aku wis lulus tapibelum ada ijazah, sebab belum wisuda, saya memasukkan lamaran. Singkat cerita saya menjalani beberapa kali tes, ndilalahditerima, terus tugas ke Jakarta.

Bagaimana Anda bisa percaya diri menggeluti asuransi, padahal sebelumnya tidak ada bekal ilmunya?

Dalam pikiran saya waktu itu, kuliah jurusan opo ae, sing penting awak dhewe iso kerjo. Pekerjaan itu kanbisa dipelajari. Hanya itu yang ada dalam pikiranku.

Entah nanti mau jadi cacing atau jadi naga, itu urusan belakangan, yang penting saya jalani dulu dari pada menganggur. Ternyata di dunia baru ini saya merasa nyaman.

Dalam praktiknya, kita disekolahkan, dikursuskan untuk mendukung kerja di bidang-bidang asuransi.

Ternyata saya banyak belajar berbagai disiplin ilmu di asuransi kerugian, ada belajar hukum, kapal, kendaraan, teknik sipil, pesawat, akutansi, manajemen risiko, dan berbagai macam bidang ilmu lainnya.
Ini tidak pernah saya kira sebelumnya.

Apa yang Anda kira?

Awalnya, ya saya kira asuransi cuma marketing doang. Hal-hal menarik inilah yang membuat saya memutuskan berkarir di asuransi.

Saya ambil gelar keahlian asuransi dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia(AAMAI) dan Jakarta International College (JIC) dan lainlainnya.

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi?

Kesulitan? Kalau saya jawab tidak ada kesulitan, saya bohong. Kesulitan yang ada adalah penyesuaian akan hal-hal baru yang tidak pernah saya pelajari sebelumnya.

Tapi proses berpikir dan penggunaan daya analisis ketika kuliah sangat membantu disini. Ternyata disiplin ilmu saat kuliah hanya 25% dipakai dalam bekerja, selebihnya adalah pengembangan diri.

Kemampuan dan keinginan belajar hal baru adalah kuncinya. Makanya untuk menutupi kesulitan itu saya tekun belajar dari senior-senior, ikut kursus-kursus asuransi, seminar-seminar, sampai ambil sertifikat tenaga ahli asuransi untuk mendukung kemampuan kita. Pokoknya jangan malu belajar kalau memang ndak iso hehehe.

Kabarnya Anda seorang pendekar? Apa benar?

Hehehependek dan kekar. Itu dulu, saya pernah belajar silat di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Madiun dari kelas 4 SD, hingga disahkan menjadi pendekar tingkat I pada tahun 1996, waktu itu kelas 2 SMP.

Lalu waktu kuliah saya mendirikan UKM PSHT di Unair dan sampai sekarang telah menghasilkan atlet-atlet yang berkontribusi untuk Jatim.

Walupun saya sudah jarang datang karena kesibukan, tapi tetap memantau.

Adakah hal berguna yang didapat dari pencak silat saat memasuki dunia kerja?

Banyak. Mungkin mental saya banyak terbentuk dari tempaan ketika belajar silat ini.

Di dunia kerja kita mengalami banyak tekanan, baik dari internal maupun eksternal dan jiwa pendekar tahan banting. Inilah yang membuat saya kuat secara mental.

Hahaha, jangkrik koyok lagu ae, jadi belajar silat sangat bermanfaat ketika kita kerja, kita kuat secara mental dan kita punya karakter.

Anda juga aktif di teater, bisa diceritakan ?

Wahhh... kalau teater, itu saya tidak bisa sebenarnya. Tapi karena teman-teman saya banyak disitu, ya saya ikut nimbrung saja.

Pernah ikut jadi kru musik saat Teater Gapus Surabaya pentas di Solo dan beberapa penggarapan lainnya. Tapi secara khusus saya ndak isoberteater hahahaa.Tapi ada hal-hal khusus yang saya petik ketika ikut teater dulu antara lain banyak teman, dan belajar memahami orang lain.

Apakah ada gunanya ikut teater terkait pekerjaan yang digeluti

Satu hal yang saya dapat dari teater untuk bekerja, yaitu bagaimana cara mendalami dan menjiwai pekerjaan, memahami orang lain baik dari segi karakter maupun ketika kita berinteraksi.

Sekarang apa masih berteater dan pencak?

Sekarang berteater sudah tidak, silat masih walau tidak seaktif dulu lagi.

Sekarang apa kegiatan untuk mengisi waktu luang?

Mengisi waktu luang? Hanya jalan-jalan dan main golf.

Pesan untuk generasi muda yang takut tidak dapat kerja?

Untuk generasi muda, percaya bahwa kita dilahirkan sudah ditentukan jalan hidupnya.

Tergantung seberapa besar kita berusaha untuk mendapatkan jalan tersebut. Seriusi hal-hal yang dilakukan pasti akan mendapatkan hasilnya. Kenali diri kita, potensi apa yang kita punya untuk dikembangkan.

Filosofi hidup Anda?

Lakukan dengan serius apa yang menjadi pilihan kita, pasti akan ada hasilnya.

zaki zubaidi




Berita Lainnya...