Edisi 30-06-2016
Polda Jatim Siapkan Sniper


SURABAYA– Polda Jatim beserta jajarannya menyiapkan 12.197 personel untuk mengamankan Lebaran 2016 yang terhimpun dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan Kendali Pusat dengan Sandi Operasi Ramadniya Semeru 2016.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengatakan, operasi ini digelar selama 16 hari mulai 30 Juni hingga 15 Juli 2016 mendatang dengan melibatkan personel Polda Jatim dibantu TNI, Dishub Jatim dan Dinas Kesehatan.

”Operasi ini bertujuan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.

Operasi Ramadniya ini adalah operasi kemanusian,” kata Anton Setiadji usai upacara dan pengecekan alat pendukung Operasi Ramadniya Semeru 2016 di Mapolda Jatim, kemarin.

Hadir dalam upacara tersebut Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Ibnu Isticha dan Kadishub Jatim Wahid Wahyudi. Kapolda juga meminta masyarakat pemudik mewaspadai beberapa lokasi rawan kriminalitas dan teroris di Jatim. Pihaknya telah menginstruksikan kepada personel Brimob Polda Jatim yang dipersenjatai lengkap atau sniper untuk melakukan patroli di daerah rawan kriminalitas.

Daerah rawan itu di antaranya Jati Peteng, Tuban; Monumen Gubernur Suryo, Ngawi; dan Taman Baluran. Begitu juga untuk rawan teroris, diterjunkan personel Brimob juga dibantu Densus 88.

Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik atau meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong untuk segara melaporkan kepada pos pengaman setempat atau dititipkan RT/RW sehingga rumah yang ditinggalkan oleh pemudik nanti bisa dipantau oleh pihak kepolisian Sementaraitu, untukdaerah rawan bencana longsor yang harus diwaspadai yaitu jalur antara Jember ke Banyuwangi, tepatnya di kawasan Gunung Gumitir.

Untuk wilayah Gunung Gumitir akan ditempatkan angggota polisi dan alat berat disediakan untuk antisipasi longsor tersebut. Wilayah Pacitanjugaberpotensilongsor.

Kemudian untuk jalan rusak dan rawan kecelakaan yaitu di pantai utara sekitar Kalianak- Gresik-Lamongan-Tuban.

Sementara itu, menghadapi mudik dan balik lebaran tahun ini, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jatim mempermudah pelayanan kesehatan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kemudahan pelayanan kesehatan ini berlaku sejak H-7 hingga H+7 lebaran. Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Divre Jatim, Indrina Damayanti mengatakan, bagi anggota JKN KIS yang sedang dalam perjalanan mudik dan tiba tiba sakit maka bisa langsung mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit.

zaki zubaidi/ lutfi yuhandi

Berita Lainnya...