Edisi 30-06-2016
27 Kg Daging Gelonggongan Disita


YOGYAKARTA – Puluhan kilogram daging sapi gelonggongan disita tim gabungan saat merazia ke sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

Razia acak menyasar bahan pangan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Kepala Seksi Pengawasan Mutu Komoditas dan Kesehatan Hewan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Endang Finiarti mengatakan, puluhan daging sapi gelonggongan disita dari empat orang pedagang di empat pasar yang berbeda, yaitu di Pasar Kranggan, Pasar Sentul, Pasar Legi, dan Pasar Kotagede.

“Barang bukti yang diamankan ada 20 kg dari satu pedagang di Pasar Sentul. Tiga pedagang lainnya bervariasi dari 3 kg-4 kg,” kata Endang, kemarin. Dari pengakuan para pedagang, daging diperoleh dari pemasok di daerah Bantul.

Namun, setelah diselidiki asal daging ternyata dari Boyolali. Tim gabungan dari Pemkot Yogyakarta dan Polresta Yogyakarta lantas menyita seluruh barang bukti dan akan menyidangkan para pedagang di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta karena terbukti melanggar Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pemotongan Hewan dan Penanganan Daging.

“Ada pedagang lama yang telah berkali-kali melakukan pelanggaran serupa. Ada juga satu orang merupakan pedagang baru di Pasar Legi. Dia menjual daging gelonggongan karena tidak mengetahui kualitas daging yang baik. Pekan ini mereka akan disidang tipiring (tindak pidana ringan),” katanya.

Razia bahan pangan berbahaya tersebut telah dilakukan sepekan ini. Cara petugas memastikan daging gelonggongan dengan memanfaatkan kertas saring mengetahui kadar air dalam daging. Petugas mengambil sampel daging dan kemudianmeletakkandikertassaring.

Daging gelonggongan akan mengeluarkan banyak air sehingga kertas saring menjadi basah. “Jika daging berkualitas baik maka tidak akan mengeluarkan banyak air,” kata Endang. Razia bahan pangan berbahaya rutin dilakukan saat bulan puasa.

Sebelumnya petugas gabungan juga mengetes makanan takjil yang dijual di sejumlah pasar tiban di Kota Yogyakarta dan beberapa lokasi di Sleman. Dinas Kesehatan meminta masyarakat agar selalu waspada jika membeli bahan pangan, terutama saat bulan puasa. Karena tak sedikit oknum tertentu sengaja mencari keuntungan semata tanpa pertimbangkan kualitas dagangannya.

Untuk makanan yang mengandung bahan berbahaya mudah dikenali, seperti warna mencolok dan rasa manis yang terasa di tenggorokan. Di Kota Yogyakarta, diakuinya, masih terdapat pedagang nakal sengaja mencampur dagangannya dengan bahan pangan berbahaya.

“Untuk sementara pedagang yang mencampur pemanis dan pengawet buatan porsinya masih banyak di lapangan. Kalau untuk zat pewarna buatan, porsinya menurun,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat.

ristu hanafi

Berita Lainnya...