Edisi 30-06-2016
Bus Tak Layak Dilarang Beroperasi


GUNUNGKIDUL– Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) meminta pemilik bus agar tidak mengoperasikan bus yang tidak laik jalan.

Dalam pemeriksaan di masing-masing perusahaan otobus (PO) kemarin, petugas menemukan tujuh bus yang kacanya pecah atau retak.

Kepala Seksi Angkutan Bidang Transportasi Dishubkominfo Gunungkidul Bayu Setyawan mengatakan, dalam pemeriksaan di masing-masing PO, pihaknya mengecek mulai dari kelengkapansuratkendaraan, peralatan di dalam kendaraan, hingga kondisi kendaraan.

Dari hasil pemeriksaan ini ditemukan tujuh bus yang kacanya pecah atau retak. Dishubkominfo langsung meminta perusahaan memperbaiki sebelum digunakan.

“Kalau kita ketahui di terminal masih ada kaca bus yang pecah, maka akan kita hentikan dan tidak diizinkan jalan,” katanya kepada wartawan saat memeriksadiPOMajulancar di Siyono, Logandeng, Playen, kemarin.

Dalam pemeriksaan kemarin, petugas melakukan inspeksi detil, peralatan dalam kendaraan, seperti palu dan pedoman kebakaran, juga tidak luput dari incaran petugas. Tidak hanya itu, bus yang dalam kondisi masih relatif baru dicek, baik nomor rangka, nomor mesin, dan dilanjutkan kesamaan dengan surat-surat seperti STNK kendaraan.

“Kita berharap semua surat-surat kendaraan benar-benar sesuai dengan nomor rangka dan mesin. Begitu juga dengan ketebalan ban menjadi hal utama yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya ini juga mewujudkan program dari Kementerian Perhubungan untuk program zero accidentselamaarus mudik tahun 2016. Dengan kelengkapan kendaraan serta kelayakan jalan armada, diharapkan angka kecelakaan bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Kita akan lanjutkan di PO lainnya terutama untuk AKAP,” kata Bayu. Pemilik PO Maju Lancar, Sutrisno mengatakan, dalam menunjang angkutan Lebaran ini sebanyak35armada busPOMaju Lancar dan bus Rahma Wisata disiapkan untuk mengangkut pemudik.

Dia memprediksi ada penurunan jumlah penumpang hingga 30% dari arus mudik tahun sebelumnya. “Tadi pagi saja masihadabuskamiyanghanyaisi separuh dari Jakarta, Jadi kami tidak melakukan carter bus,” ungkapnya.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang ini terjadi karena saat ini banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi. “Apalagi memperoleh mobil baru semakin gampang karena uang muka yang rendah,” katanya.

Ketika disinggung beberapa armada miliknya yang diketahui kacanya pecah, Sutrisno mengaku kondisi bus yang kacanya pecah bukan bus inti yang akan digunakan. Namun, bus tersebut adalah bus cadangan masuk kategori bus lama.

“Mencari kacanya juga sudah sulit, jadi itu tidak kita gunakan, hanya bus cadangan saja,” ucapnya.

suharjono


Berita Lainnya...