Edisi 30-06-2016
Dipecat, Abdi Dalem Tempuh Jalur Hukum


YOGYAKARTA – Pemecatan terhadap abdi dalem Sendang Banyu Urip Dlingo, Bantul, Mas Surakso Mulyono alias Wagirah, 55, berbuntut panjang.

Dia berniat menempuh jalur hukum atas pemecatan dan penahanan paringan dalem berupa gaji yang tidak pernah diberikan sejak diangkat. Mas Surakso mengungkapkan, dia dan rekan-rekannya yang lain sesama pengelola Sendang Banyu Urip diangkat sebagai abdi dalem Keraton setelah bertahun- tahun mengelola sendang itu.

Pengangkatan ditandai dengan ada surat kekancingan pada Maret 2014. Setelah pengangkatan itu, dia dan abdi dalem lain diminta membuka rekening bank.

“Tapi waktu mengambil gaji ke bank bersama-sama, di rekening saya tak ada saldo masuk. Padahal abdi dalem lain semua menerima. Uang Rp200 ribu untuk membuka rekening juga tidak dicatat di buku rekening,” ucapnya, kemarin.

Mas Surakso mengaku heran sejak mendapat surat kekancingan, para abdi dalem lain mendapat tambahan penghasilan atau paringan dalem berupa gaji dari danais.

Sedangkan dirinya sejak membuka rekening hingga sekarang sudah dua tahun lebih tak pernah mendapatkan haknya. Dia pun meminta anaknya mengecek ke Keraton. Hasilnya diketahui jika Mas Surakso Mulyono sudah dinyatakan dipecat (wiji tumpuk) karena suatu alasan tidak disampaikan.

Kendati begitu, Mas Surakso mengaku belum pernah menerima surat pemecatan hingga kini. “Sebagai abdi dalem saya selalu menjalankan tugas dengan baik. Dua Minggu sekali juga selalu absen ke Keraton.

Terakhir absen sekitar bulan Juli karena tak diajak abdi dalem lainnya,” kata Mas Surakso. Sebelum Sendang Banyu Urip dikelola Keraton, Mas Surakso Mulyono termasuk abdi dalem paling tua di antara abdi dalem lainnya. Bahkan, dia sendiri mengangkat abdi dalem lain mengelola sendang. Hingga kini Sendang Banyu Urip dikelola lima abdi dalem dan satu di antaranya berstatus magang.

Terpisah, pihak Kantor Pengulon Kraton Yogyakarta Busairi menyatakan, surat pemecatan (wiji tumpuk) telah disampaikan kepada yang bersangkutan enam bulan sejak diangkat abdi dalem Keraton.

Surat pemecatan telah dititipkan ke salah satu abdi dalem Sendang Banyu Urip. “Wiji tumpuk dibuatkan untuk Mas Surakso Mulyono sekitar enam bulan menjadi abdi dalem karena tidak pernah absen. Dengan begitu, Mas Surakso resmi sebagai abdi dalem kraton hanya enam bulan,” katanya.

sodik

Berita Lainnya...