Edisi 30-06-2016
DPRD DIY Sebut Dua RS Terindikasi Vaksin Palsu


YOGYAKARTA– Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pusat menyebutkan ad a dugaan kuat vaksin palsu beredar di DIY karena ada sarana kesehatan yang membelinya dari distributor ilegal.

Polda DIY langsung bergerak atas informasi ini menyimpulkan sementara bahwa memang ada indi ka si kuat sejumlah layanan kesehatan di DIY mengedarkan vak sin palsu.

Direktur Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wah yudi mengaku sudah me - nye lidiki seputar vak sin palsu. Ada sejumlah pusat pelayanan ke sehatan di ranah hukum Pol - da DIY yang diselidiki. “Ya, se - dang kami lidik ,” katanya saat di hubungi wartawan kemarin.

Dia tidak menampik dari sejumlah pusat layanan kesehat - an yang diselidik i ada indikasi se bagai salah satu titik per edar - an vaksin palsu. Namun, Hudit enggan membeberkan lokasi ser ta nama klinik yang dimaksud. Selain itu, yang bersang - kut an juga enggan menyebut la - yan an kesehatan tersebut ber - sta tus swasta atau ne geri.

Hudit mengungkapkan, sa - at ini kepolisian masih intensif me nyelidiki sehingga sampai saat ini belum ada kesimpulan. “Ma sih kami lakukan penyeli - dikan, belum ada kesimpulan ka rena masih proses. K ita tunggu saja,” katanya.

Polda DI Y sudah membentuk dua tim mengungkap vak sin palsu ini pada Sabtu (25/6) lalu. Kedua tim itu terdiri atas Dit - reskrimum d an Satreskrim Nar - koba.

Sementara infor masi ada pusat layanan kesehatan di DIY yang mengedarkan vaksin pal su justru berasal dari DPRD DIY. Disebutkan ada dua tempat layanan kesehatan diin di kasikan kuat mengedarkan va k sin palsu.

Sekretaris K omisi D DPRD DIY Muhammad Yazid mendu - kung pembentukan Tim Pol d a DIY dalam mengungkap kasus vaksin palsu. “Kami dukung Polda mengungkapnya sampai tuntas. Saya dapat informasi dari Polda DIY, di DIY diindikasikan ada (vaksin palsu),” kata Yazid.

Politikus PPP ini berharap pelaku berhasil ditangkap karena vaksin palsu ini meresahkan ma syarakat. Jangan sampai se - te lah pelaku ditangkap, ada pe - laku lain masih beroperasi.

“Jangan sampai masyarakat di ru - gi kan, sudah bayar vaksin ter - nya ta vaksin itu kosong (tidak ber manfaat),” ujarnya.

Bareskrim Cari Pengguna Vaksin

Dari Jakarta disebutkan, Sat gas Penanganan Vaksin Pal - su kembali melakukan koordinasi. Kali ini membahas rantai dis tribusi vaksin sudah sampai ma na dan pemetaan titik lokasi yang perlu ditindaklanjuti. Khu susnya terkait pencarian end user agar dilakukan pena - nganan.

Direktur Tindak Pidana Eko nomi Khusus Badan Re ser - se Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan, pada rapat kali ini satgas mem bahas sejauh mana dis - trib usi vaksin palsu.

Ini agar bi - sa memetakan titik mana yang su dah menjadi wilayah penyebaran vaksin tersebut. “Kami harus petakan lagi sampai temukan end user -nya.

Di gunakan kepada siapakah vak sin palsu ini. Ini perlu kami la kukan untuk memetakan ti - tik-titik mana yang ditindaklanjuti oleh kami, Kementerian Ke sehatan (Kemenkes), dan BPOM,” ujar Agung di Bares - krim Jakarta, kemarin.

Dia menilai dengan cara ini kepolisian bisa menemukan nama- nama pengguna vaksin ter - se but dan dilakukan langkah ce - pat, baik memvaksin ulang mau pun upaya medis lainnya.

Agar bisa menemukan penggunanya, pihaknya harus mengetahui titik awal dari tempat produksi ke distributor, ke apotek atau klinik, lalu ke bidan atau perawat. “Dari situ memastikan tanggal dan kepada siapa vaksin diberikan bisa diketahui,” ung - kapnya.

Agung juga mengungkapkan, rumah sakit bisa disanksi ka rena polisi tidak melihat apa kah pemalsuan vaksin ini dilakukan perorangan atau korporasi. Dari empat kelompok ter sebut, mereka melakukan perannya masing-masing.

“Di-support oleh penyuplai bo - tol, per ce takan sendiri,” ka tanya. Terkait nama rumah sakit atau klinik tidak disebutkan, Ke pala Divisi Himas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menga ta - kan, sampai saat ini kasusnya ma sih tahap pemeriksaan. “Sa - at ini masih dalam pemeriksaan terus. Suatu saat kalau ada da ta nya bisa diumumkan,” katanya.

ridwan anshori

Berita Lainnya...