Edisi 30-06-2016
Lima Senjata Polisi Rusak, Dua Harus Ditarik


GUNUNGKIDUL– Jajaran Kepolisian Resor Gunungkidul menertibkan kepemilikan senjata api dan pemeriksaan kendaraan dinas.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di aula mapolres, ada lima senjata api milik anggota polisi rusak dan harus diperbaiki, sedangkan dua pucuk senapan terpaksa ditarik karena izin pakai telah habis.

Sejak pagi kemarin ratusan anggotapolisi, baikbertugasdiPolsek maupun Polres yang diberikan izin membawa senpi langsung menyerahkan senjatanya untuk diperiksa. Upaya ini dilakukan menjamin kondisi senpi tetap dalam kondisibaikdandirawat polisiyang diberikanhakpenggunaan.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, pihaknya tidak ingin kecolongan dalam pengamanan Lebaran tahun ini. Karena itu, berbagai langkah antisipasidanpersiapandilakukan matang guna memberikan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat Gunungkidul dan pemudik pada umumnya.

Terkait persiapan, hal ini dimulai dengan pendirian pos pemantauanhinggapemeriksaanlogistik mulai dari alat persenjataan dan kondisi kendaraan untuk pengamanan.“ Pemeriksa anini memastikan semua logistik yang dimiliki berfungsinormal.

Dengandemikian upaya pengamanan yang kita lakukan bisa maksimal,” katanya kepada wartawankemarin. Karena itu, selain senjata, kondisi kendaraan operasional mulai dari roda dua dan roda empat juga menjadi perhatian serius.

“Kalau ada kendaraan dinas, maka harus digunakan jangan hanya ada di rumah dan justru menggunakan kendaraanpribadi,” katadia. Hal ini menurutnya penting sehingga warga terasa lebih nyaman ketika di sekitarnya ada polisi yang ditunjukkan dengan ada kendaraan dinas. PanitHumasPolresGunungkidulIptuNgadinomengatakan, untuk pemeriksaan senjata api dilakukan selama dua hari.

Hari pertama, pemeriksaan dilakukan terhadap 101 anggota dengan hasil dua senjata ditarik dan lima anggota ditegur berkaitan dengan kebersihan senjata yang dibawa.

“Besok pagi dilanjutkan pemeriksaan senjata. Untuk hari ini (kemarin) ada lima anggota polisi ditegur karena senjatanya tidak layak dan sangatkotor,” ujarnya.

Sementara dua senjata yang ditarik, dia mengatakan, senjata tersebut bisa diambil kembali saat petugas bersangkutan memperbarui izin penggunaan. “Proses mendapatkan izin baru dilakukan dengantespsikologi,” katanya.

suharjono

Berita Lainnya...