Edisi 30-06-2016
Sidak, Petugas Temukan Daging Ayam Tiren


KULONPROGO – Daging ayam mati kemarin (tiren) masih beredar di masyarakat. Satpol PP yang merazia menemukan daging ayam tiren dijual di Pasar Kembang, Nanggulan.

Sementara petugas BBPOM menemukan makanan mengandung rhodamin B yang menjadi pewarna industri beredar di Pasar Wates. Penemuan daging bangkai ini terbongkar saat petugas Satpol PP merazia bersama Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan untuk memantau dan pengawasan makanan beredar di Pasar Kembang.

Petugas yang curiga mengamati lebih detil potongan daging ayam potong yang sudah berwarna kehijauan dan berbau. “Kita temukan 1,2 kilogram daging ayam yang tidak layak konsumsi karena bau dan warnanya kehijauan,” kata Joko Purwoko, Petugas Kesmavet Dinas Kepenak Kulonprogo.

Karena berbahaya, daging tersebut disita dimusnahkan. Petugas juga menemukan ikan teri positif mengandung formalin. Hanya ikan ini tidak disita.

Petugas hanya memperingatkan pedagang agar teri ini tidak dijual. Jika bandel nanti bisa dipidana melanggar UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU 18/- 2012 tentang pangan, dan UU 36/2009 tentang Kesehatan.

Pedagang ayam, Kuwaji Sudrajad, menepis jika daging yang dijual merupakan ayam tiren. Dia berkilah ayam itu dibeli di Pasar Wates dan disembelih sendiri.

Warna biru dianggap biasa karena terkena angin. “Kalau di gajih ada warna biru pasti daging ikut berwarna biru,” katanya.

Sementara petugas dari BBPOM yang mengawasi di Pasar Wates menemukan enam jenis makanan positif mengandung rhodamin B, di antara dari kue bolumprit, slondok, kerupuk mata gareng, dan permen tape.

“Warnanya mencolok karena itu pewarna tekstil, petugas kita berikan surat untuk tidak menjual,” kata Sri Yuniarti, petugas dari BBPOM. Pedagang, Ibu Yati, mengaku barang yang ditemukan mengandung rhodamin baru dibeli untuk stok persediaan Ramadan.

kuntadi

Berita Lainnya...