Edisi 30-06-2016
Tiga Cabang Olahraga Unggulan Ajukan Anggaran


YOGYAKARTA – Hingga kemarin baru ada tiga cabang olahraga (cabor) pemusatan latihan daerah (puslatda) unggulan yang telah mengajukan permohonan bantuan dana training camp (TC), khususnya bagi atlet yang akan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 mendatang.

Ketiga cabor tersebut adalah balap sepeda, taekwondo, dan sepatu roda. “Tapi ini suratnya masih ada revisi, (seperti) untuk waktunya kapan, atlet, pelatih belum ada. Sepatu roda juga tidak semua atlet (yang diajukan) karena hanya untuk yang unggulan dulu.

Rencananya itu untuk TC selama satu bulan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Binpres KONI DIY) Agung Nugroho, kemarin.

Diketahui, sembilan cabor yang termasuk dalam puslatda unggulan direncanakan menjalani program TC pada dua bulan terakhir jelang PON XIX 2016.

Cabor tersebut meliputi balap sepeda, bola voli pasir, gantole, panahan, renang indah, sepatu roda, taekwondo, terbang layang, dan wushu. Total atlet yang mengikuti puslatda ada 23 atlet dan 13 pelatih. Namun, dari sembilan cabor itu hanya tujuh yang akan difasilitasi untuk TC.

Sedangkan cabor terbang layang dan wushu sementara belum. Mengingat terbang layang saat ini masih terkendala venue dan jadwal pelatihan. Sedangkan cabor wushu untuk TC dan try out ke China dialokasikan lewat anggaran lain, terutama atas nama atlet Vania Ardelia Irmanto.

“Pelaksanaan TC selama dua bulan, bantuan atlet (puslatda unggulan) per hari Rp300.000 dengan rincian akomodasi dan makan Rp250.000, serta ekstra fooding Rp50.000.

Jadi satu bulan bantuan training camp per atlet Rp9 juta. Masing-masing cabor punya kebutuhan berbeda dari surat yang diajukan bisa tahu besarannya. Cabor yang lain kemungkinan akan ajukan surat setelah Lebaran,” kata Agung.

Berdasarkan pengajuan yang sudah masuk, Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengprov ISSI DIY) mengajukan permohonan bantuan dana TC senilai Rp216 juta.

Jumlah tersebut meliputi sewa kamar hotel atau rumah di Kota Surakarta dan Bandung selama 60 hari, sewa mobil pikap untuk angkut sepeda ke Surakarta dan Bandung, serta konsumsi harian selama 60 hari. Sementara Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) DIY mengajukan anggaran Rp54 juta untuk TC yang direncanakan digelar Juli- Agustus.

Anggaran itu meliputi akomodasi dan ekstra fooding selama 60 hari. Untuk cabor sepatu roda belum diketahui jumlah pastinya karena masih ada revisi nilai besaran bantuan dana yang diajukan.

Tim Monitoring Cabor Balap Sepeda, Panahan, Taekwondo, dan Terbang Layang, Andi Hirawan menambahkan, dua atlet puslatda unggulan cabor taekwondo DIY, yakni Lia Karina Mansur dan Fitriana Mansur, akan menjalani try out ke Korea Selatan pada 6 Juli hingga awal Agustus 2016 mendatang.

Dana sekitar 150 jutaan dianggarkan untuk keberangkatan mereka. “Anggaran beda dengan training camp . Jumlahnya saya tidak tahu persis, sekitar Rp150 jutaan. Rencananya mereka akan pamitan ke KONI DIY besok (30/6) pagi,” kata Andi.

siti estuningsih

Berita Lainnya...