Edisi 30-06-2016
Truk Galian C Masih Nekat Operasi


KLATEN – Meski larangan operasional truk angkutan galian golongan C sudah diberlakukan sejak kemarin, ternyata masih banyak yang melanggar.

Sejumlah truk angkutan galian golongan C kedapatan nekat beroperasi dan melintas di jalur utama Jalan Yogyakarta-Solo. Tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten dan Satlantas Polres Klaten langsung mengambil tindakan tegas dengan mengenakan sanksi tilang untuk truk galian C yang nekat beroperasi.

Kasatlantas Polres Klaten AKP Kemas Indra Natanegara mengatakan, dari hasil operasi di persimpangan Jonggrangan (Masjid Agung Al Aqsha), pihaknya menilang 10 unit truk angkutan galian C. “Masih ada.

Kami pukul 09.00- 10.00 WIB di lapangan masih menemukan 10 unit yang nekat jalan. Mereka melalui jalur bypass. Dilakukan penilangan,” ujarnya, kemarin. Surat-surat kelengkapan truk angkutan galian C ikut diamankan petugas.

Hanya armada truk yang terjaring operasi tidak disita petugas. Kemas menjelaskan, sanksi agak melunak karena baru hari pertama dan diharapkan pengemudi galian C mematuhi aturan tersebut.

Jika pada hari kedua dan seterusnya masih ditemukan truk galian C nekat beroperasi, Satlantas tak segan menilang dan menyita armada truk. “Harapan kami dengan penindakan 10 unit truk tadi, maka tidak ada yang melanggar.

Kalau masih ada, ya kami kandangkan,” kata dia. Sidang tilang angkutan galian C bakal digelar pascalebaran. Karena itu, armada yang dikandangkan juga baru bisa diambil setelah sidang selesai.

Kemas menjelaskan, sebagian besar sopir mengaku tidak tahu ada larangan operasi truk angkutan galian C sejak H-7 (29/6) hingga H+7 (14/6). “Padahal sudah sosialisasi ke kepala desa, polsek, dan camat.

Sudah kami surati untuk diteruskan ke pemilik truk mengenai pemberlakuan larangan tersebut,” tuturnya. Salah satu warga Kecamatan Ceper, Purnama, 27, membenarkan beberapa truk angkutan galian C masih beroperasi di jalur utama Jalan Yogyakarta- Solo.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Klaten Joko Suwanto mengatakan, larangan operasional angkutan galian golongan C berdasar Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pengaturan Lalu Lintas, Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang, dan Penutupan Jembatan Timbang pada Masa Angkutan Lebaran 2016.

“Larangan ini dimaksudkan agar tidak ada gangguan angkutan galian C selama arus mudik dan balik,” kata dia.

endah budi karyati

Berita Lainnya...