Edisi 03-07-2016
Teroris Sandera Kafe, 20 WNA Tewas


DHAKA – Aksi terorisme berakhir tragis terjadi di Kafe Holey Artisan yang berada di ibu kota Bangladesh, Dhaka. Serangan yang diklaim dilakukan kelompok radikal ISIS ini mengakibatkan 20 warga negara asing (WNA) tewas.

Selain itu, 6 pelaku penyerangan juga tewas, sedangkan 1 teroris lainnya berhasil ditangkap. Laporan lain juga menyebutkan 2 aparat Bangladesh turut menjadi korban saat melakukan penyerbuan. Banyaknya korban tewas merupakan klimaks dari penyanderaan yang berlangsung selama10jam yang diikuti dengan penyerbuan yang dilakukan pasukan militer Bangladesh.

“Sebagian besar dari mereka secara brutal menyerang korban hingga tewas dengan senjata api,” ujar Juru Bicara Militer Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdhury seperti dilansir Al Jazeera. Militer memastikan seluruh korban merupakan WNA, termasuk warga negara Jepang dan Italia. Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina mengatakan, 13 sandera lainnya berhasil diselamatkan.

Para sandera selamat di antaranya 2 warga negara Sri Lanka dan seorang warga Jepang yang mengalami luka. Serangan teroris di Kafe Holey Artisan sangat mengejutkan karena kafe tersebut terletak di salah satu bagian tempat yang paling diawasi di Dhaka, yakni di Distrik Gulshan. Pasalnya, kafe ini terletak di tengah kawasan kedutaan besar dan tempat populer di kalangan orang asing.

Reporter Al Jazeera Tanvir Chowdhury yang langsung mengabarkan dari Dhaka menjelaskan, kawasan kafe seharusnya sangat steril. Menurut dia, jika ingin berada di wilayah sekitar kafe, siapa pun harus melewati banyak pos pemeriksaan polisi. “Jadi akan ada pertanyaan serius. Bagaimana mereka berhasil mendapatkan senjata dan amunisi di sana, bahkan mungkin bom dan granat tangan?” ujar Chowdhury.

Teror yang diawali dengan penyanderaan terjadi pukul 21.00 waktu setempat (1/7) ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu masuk kafe yang biasa menjadi tempat nongkrong kalangan papan atas tersebut. Selama pengepungan, ISIS memberikan foto yang mereka klaim merupakan orang-orang asing yang tewas di kafe.

Polisi pun semakin bersiap setelah melihat foto tersebut dan meyakini orang-orang itu dipersenjatai dengan senapan dan granat. “Seluruh bangunan bergetar ketika mereka meledakkan granat,” ujar Sumon Reza, supervisor kafe. Sumon berhasil melarikan diri dengan melompat dari atap. Suasana mengerikan terjadi mulai pukul 08.00 waktu setempat. Rashila Rahim yang tinggal didekatkafe menuturkansaat itu rentetan tembakan terdengar.

“Saat itu kami berada di tengah dan tembakan itu ditujukan ke seluruh arah,” sebutnya. Pasukan keamanan sebenarnya sudah berupaya melakukan negosiasi dengan kelompok teroris agar tidak ada korban jiwa. Tapi langkah tersebut tidak membuahkan hasil hingga kemudian polisi melakukan penyerbuan dan terlibat baku tembak spo-radis dengan kelompok teroris yang diyakini membawa senapan serbu dan granat.

Serbuan terhadap Kafe Holey Artisan bisa disebut sebagai puncak dari rangkaian aksi teror yang melanda Bangladesh selama 18 bulan terakhir. Dalam kurun waktuitu, trenseranganterhadap komunitas liberal, gay, orang asing, dan kelompok minoritas agama meningkat. Sejauh ini ISIS dan Al-Qaeda mengklaim berada di balik kekerasan tersebut, tetapi pemerintah membantah keterlibatan mereka.

Pemerintah menunjuk kelompok-kelompok lokal sebagai dalangnya. “Pemerintah Bangladesh terus menyangkal bahwa ISIS bisa memiliki hubungan atau sudah hadir di Bangladesh. Jika ISIS ingin membuat pernyataan bahwamerekaadadiBangladesh dengan pengaruh dan dampaknya, maka ini mungkin kesempatan yang sempurna bagi mereka,” tutur Thalhah Ahmed, seorang pakar pada urusan Bangladesh.

Jika benar mereka melakukan serangan ini, berarti itu merupakan serangan kedua dalam sepekan ini. Sebelumnya anggota ISIS telah melakukan serangan dan aksi bom bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki (29/6) . Aksi tersebut menewaskan 44 orang, 13 di antaranya WNA. Selain korban meninggal, 239 lainnya mengalami luka-luka.

PM Italia Matteo Renzi tidak mampu menahan sedihnya mendengar berita tragis yang menimpa warganya. Dalam pidato singkatnya yang disiarkan TV, Renzi tidak mengatakan berapa banyak orang Italia berada di antara korban. Namun media setempat mengatakan 11 telah disandera, hanya 1 dari mereka telah melarikan diri. “Kami seperti sebuah keluarga yang mengalami kerugian yang menyakitkan,” kata Renzi.

Dia menambahkan, para penyerang percaya mereka akan menghancurkan nilai-nilai bangsa, tetapi Renzi dengan tegas menyatakan teroris tidak akan mendapatkan setetes apa pun dari Italia. “Kami lebih kuat. Para teroris ingin merobek kehidupan kita. Tugas kita adalah untuk membalas dengan kekuatan yang lebih besar, dengan menegaskan nilai-nilai kita, nilainilai kebebasan yang kita banggakan, dan yang lebih kuat dari kebencian atau teror.”

Pemerintah Indonesia menyampaikan dukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka dalam menghadapi situasi yang sulit ini. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri dalam keterangan persnya kemarin. Indonesia juga menyampaikan solidaritasnya kepada Bangladesh dalam memerangi terorisme dan menekankan kembali perlunya kerja sama internasional yang lebih erat untuk melawan terorisme sebagai ancaman nyata terhadap dunia.

Hingga siaran pers ini dikeluarkan, Kedutaan Besar RI di Dhaka melaporkan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban. KBRI Dhaka telah memantau terus perkembangan situasi di lapangan, berkoordinasi dengan pihak otoritas berwenang setempat, masyarakat Indonesia di Dhaka, dan melakukan penelusuran untuk mencari informasi kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.

ananda nararaya/ant