Edisi 03-07-2016
Agus Target Lolos Olimpiade di Gold Coast Airport Marathon


QUEENSLAND – Sebanyak 27.000 pelari ambil bagian dalam Gold Coast Airport Marathon (GCAM) Ke-38 di Queensland, Gold Coast, Australia. Di antara pelari Indonesia yang berpartisipasi, terdapat atlet nasional Agus Prayogo yang sedang dipersiapkan mengikutiOlimpiadeRio2016.

”Jumlah peserta terus bertambah dari tahun ke tahun,” ujar Menteri Pariwisata dan Event Utama Kate Jones saat dijumpai di Queensland, Jumat (1/7). Sebanyak 27.000 peserta maraton datang dari 59 negara dengan mengambil kategori full marathon atau 42,195 km, half marathon (21,097km), 10 km, dan 5km. ”Menarik peserta sekian banyak, sungguh merupakan hal signifikan karena dengan datangnya pelari setidaknya lebih dari 60.000 pengunjung datang pada saat event ini,” lanjut Jones.

Hal tersebut memberikan dampak ekonomi berupa pendapatan hingga 22 juta dolar Australia dari sektor ini. Tahun ini pelari terbanyak datang dari Jepang diikuti Taiwan dan Singapura. Secara keseluruhan terjadi peningkatan signifikan dari beberapa negara, di antaranya Indonesia. Tahun ini pelari Indonesia meningkat hingga 61% bila dibandingkan dengan sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada jumlah pelari dari Malaysia (52%) dan Hong Kong (42%).

Sementara itu, jumlah pelari China yang naik 16% dipandang sebagai peluang yang menjanjikan mengingat jumlah penduduknya yang besar. ”Kami akan menyasar negara- negara yang memberikan indikasi peningkatan ini secara lebih intensif,” ujar CEO GCAM Cameron Hart. Tahun ini GCAM diselenggarakan pada 2-3 Juli 2016.

Berdasarkan data GCAM, jumlah pelari asal Indonesia yang berpartisipasi pada tahun ini mencapai 67 orang, naik dari tahun lalu yang sebanyak 40 peserta. Sitor Situmorang, pelari ultra maraton yang pernah menyelesaikan Tambora Challenge 320K pada 2015, juga turut ambil bagian. ”Saya berniat memperbaiki personal best (PB),” ujarnya.

Manajer sebuah perusahaan asing itu tertarik berlari maraton di Gold Coast karena iklim yang bersahabat dan course yang flat. Indonesia secara khusus juga mengirimkan atlet pelatnas Agus Prayogo. Keikutsertaan Agus sebagai upaya untuk lolos kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016. ”Doakan saya lolos sehingga bisa membawa nama Indonesia ke Rio,” ujar Agus pada acara jumpa atlet elite di Queensland.

Waktu terbaik Agus sebelumnya diukir pada Tokyo Marathon Februari lalu, yakni 2:23:19. ”Agus sudah menjalani program pelatihan intensif untuk kesempatan ini,” ujar Wita Witarsa, pelatih Agus. Pelari asal Indonesia lainnya datang dari komunitas Run for Indonesia (RFI). ”Ingin sekali berlari di sini, sekalian berlibur,” ujar Subijanto Benjamin, salah satu anggota RFI yang datang bersama keluarganya.

Keriuhan pelari di Queensland memberikan optimisme pada peluang membangun sport tourism di Indonesia yang marak digencarkan akhirakhir ini. Setidaknya Kementerian Pariwisata membuka stan khusus yang memperkenalkan sejumlah event lari di Indonesia. ”Kami membawa misi untuk mengekspos Jakarta Marathon, Barelang Marathon, Toraja Marathon, Bromo Marathon, Rinjani Vertical Marathon, dan Samosir Marathon,” tutur Lexi Rohi yang bertugas di stan Wonderful Indonesia.

safrita a hermawan