Edisi 03-07-2016
Abadikan Momen Mudik


Menghabiskan waktu dengan keluarga pada hari raya merupakan momen spesial yang sangat berharga. Jadi jangan lupa mengabadikannya karena momen berharga tak akan terulang dua kali.

Sebagian besar warga kota mulai meninggalkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari untuk pulang ke kampung halaman merayakan Idul Fitri. Kemacetan panjang dan lelah selama perjalanan bukanlah halangan berarti untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Mudik, tradisi tahunan bagi sebagian besar warga di Indonesia, merupakan pengalaman yang unik.

Bagi masyarakat di Pulau Jawa, misalnya, banyak sekali hal dan momen menarik yang akan kita temui dalam perjalanan, misalnya antrean kendaraan di SPBU, kelelahan pemudik di rest area hingga indahnya pemandangan alam di kiri-kanan ruas tol Cipali atau sejumlah rute alternatif jalur selatan Jawa. Foto sunset di ruas tol Cipali karya fotografer KORAN SINDO Adam Erlangga menjadi satu contoh keindahan lanskap di jalur mudik.

Belum lagi beragam momen di dalam kendaraan, keceriaan keluarga hingga lelapnya anak-anak yang tertidur kelelahan. Abadikanlah momen- momen spesial tersebut, abadikan semua yang terlihat menarik dan tak biasa. Saat kembali ke rumah nanti, foto-foto tersebut akan terangkai menjadi satu cerita perjalanan yang unik dan bukan hanya berisikan foto pose di depan sejumlah lokasi. Kamera DSLR dengan lensa zoom 24-105/135 mm merupakan pilihan terbaik bagi penggemar fotografi untuk memotret saat bepergian.

Namun penggunaan kamera compact digital atau bahkan kamera smartphone juga bisa menjadi alternatif yang baik untuk mengabadikan momen, bahkan jauh lebih unggul dari segi kepraktisan. Hindari rasa sungkan turun dari mobil dan memotret jika terjebak dalam kemacetan parah.

Banyak sekali objek human interest dalam kemacetan parah. Mulai dari ekspresi lelah pengemudi, pedagang yang menawarkan dagangan kepada pemudik, atau kesibukan petugas mengatur lalu lintas. Memotret suasana dengan kamera smartphone untuk diunggah ke media sosial kerap kita lakukan jika terjebak dalam kondisi ini.

Carilah tempat tinggi agar panjangnya kemacetan terlihat jelas dalam foto. Jika kita tidak mengemudikan kendaraan, sempatkan memotret candid berbagai ekspresi dan aktivitas keluarga dalam kendaraan. Foto candid, seperti layaknya foto berita, adalah pernyataan visual yang jujur dan jika ditampilkan pada rangkaian foto perjalanan pasti akan menjadi salah satu bagian paling menarik untuk diperbincangkan bersama keluarga.

Momen yang sangat berharga untuk diabadikan tentu saja saat hari raya tiba, saat seluruh keluarga berkumpul. Carilah ruang luas untuk berfoto agar memungkinkan kita mengatur posisi lebih dinamis hingga tak hanya foto “klise” berbaris bersama yang kita dapatkan. Pekarangan depan rumah yang luas bisa menjadi alternatif jika ruang keluarga atau ruang tamu dirasa tidak cukup untuk berfoto bersama.

Kemudian sempatkanlah untuk memotret keindahan kampung halaman jika waktu berlibur cukup panjang. Aktivitas warga saat hari raya mungkin akan terhenti, pasar dan pusat kegiatan akan terlihat sepi. Namun lokasi-lokasi eksotis dengan lanskap menawan tentu tak akan berhenti menyajikan keindahan mereka.

Sempatkanlah hunting ke lokasi tersebut untuk melengkapi album perjalanan sekaligus membawa keluarga menikmati indahnya suasana. Ada sejumlah aplikasi fotografi untuk smartphone yang bisa memperindah hasil foto yang akan kita abadikan. Aplikasi tersebut di antaranya, pertama, Snapseed.

Pernahkah melihat hasil foto lanskap menakjubkan dengan segala bidang komposisi terlihat cerah dan berwarna-warni? Hasil foto tersebut kerap dilakukan dengan teknik high dynamic range atau HDR. Aplikasi nonberbayar ini menawarkan sejumlah fitur untuk menghasilkan foto lanskap yang menawan seperti fitur HDR dan red-eye reduction (efek mata merah pada objek manusiakarenaminimnya cahaya).

Berbagai pilihan pengaturan diberikan aplikasi ini untuk memudahkan pengguna mengaturfoto sesuaidengankeinginan. Kedua, slow shutter cam. Aplikasi ini menawarkan fitur fotografi untuk menghasilkan beragam karya dengan teknik low speed yang lazimnya dilakukan dengan pengaturan kamera secara manual.

Foto lanskap tepi pantai dengan ombak yang terlihat seperti kapas bisa dihasilkan lewat kamera smartphone dengan bantuan aplikasi ini. Tiga pilihan mode berbeda yang dimiliki aplikasi slow shutter cam, yaitu night shots, blurred motion, dan light trails, membuat pengguna bagaikan memotret dengan kamera DSLR.

arie yudhistira