Edisi 18-07-2016
Warga Kanoman Gelar Tradisi Baritan


KULONPROGO – Warga Pedukuhan Kanoman, Desa Banjarum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo masih mempertahankan tradisi baritan.

Tradisi sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen ini, digelar di areal persawahan, kemarin. Puncaknya, warga berebut gunungan dan melakukan makan bersama. Dalam tradisi ini, ada dua gunungan yang wajib dikirab. Satu gunungan berupa ketupat dan satu gunungan lagi merupakan gunungan hasil bumi, berupa sayuran dan buahbuahan.

Kedua gunungan ini diarak keliling kampung, sebelum dibawa ke tengah persawahan, untuk diperebutkan. Seluruh peserta kirab mengenakan pakaian Jawa dengan dikawal bregodo. “Ini merupakan bentuk sedekah kepada bumi, ungkapan syukur atas hasil panenan yang baik,” jelas Margono, sesepuh adat.

Baritan selalu dilaksanakan usai panen padi, dan akan kembali memasuki masa tanam. Maksudnya sebagai ungkapan rasa syukur melimpahnya hasil panen, dan berharap pada tanaman selanjutnya juga tidak kalah baik kualitas dan hasilnya. Sehingga warga akan lebih sejahtera, berkecukupan dari papan, sandang dan pangan.

“Semoga tidak ada hama, panen bagus dan ternak juga sehat dan ge muk.” Bagi warga Kanoman, mereka masih mempercayai dengan tradisi rebutan gunungan. Apa yang diperoleh, akan maenjadi simbol bagi kesejahteraan. Tidak heran begitu prosesi doa selesai, warga langsung berhamburan berebut gunungan dan uba rampenya.

“Sebagian ini akan dibuat sayur, dan ketupat ini akan kita makan bersama,” jelas Tuminem. Warga lainnya, Rumiyati mengatakan hampir setiap tahun ikut dalam tradisi barutan ini. Bahkan dia tidak pernah absen ikut rebutan gunungan. Apa yang diperoleh selalu dikonsumsi bersama keluarganya. “Pasti ikut, dan makan ketupat bersama warga yang lain,” terangnya.

kuntadi



Berita Lainnya...